Entri Populer

Selasa, 01 Maret 2011

DASAR-DASAR TEORI PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN

DASAR-DASAR TEORI PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN

A. Permintaan (Demand)
Permintan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu.
Beberapa Penentuan Permintaan
Permintaan seseorang atau suatu masyarakat kepada suatu barang
ditentukan oleh faktor-faktor,diantaranya :
1. Harga barang itu sendiri (Px)
2. Harga barang lain ( Py)
3. Pendapatan konsumen (Inc)
4. Cita rasa (T)
5. Iklim (S)
6. Jumlah penduduk (Pop)
7. Ramalan masa yang akan datang (F)
Hukum Permintaan (the low of demand)
Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan :
“Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.”
(Qd = F. (Px, Py, Ine, T, S, Pop, F)

Daftar Permintaan
Daftar permintaan ialah suatu tabel yang memberi gambaran dalam angka-angka tentang hubungan antara harga dengan jumlah yang diminta masyarakat. Ia menggambarkan besarnya permintaan yang ada pada berbagai tingkat harga.


Kurva Permintaan
Kurva Permintaan dapat didefinisikan sebagai :
“Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli.”
Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah. Kurva yang demikian disebabkan oleh sifat hubungan antara harga dan jumlah yang diminta yang mempunyai sifat hubungan terbalik.
Contoh:
Pada kurva permintaan dibawah ini terdapat 7 titik yaitu P, Q,R,S,T,U,V. Masing-masing titik menggambarkan keadaan yang berbeda. Sebagai contoh, dalam tabel dibawah, keadaan P menggambarkan bahwa pada harga Rp. 5000 jumlah buku tulis yang akan dibeli adalah 200.

KEADAAN HARGA (RUPIAH) JUMLAH YANG DIMINTA (UNIT)
P 7000 200
Q 6000 400
R 5000 600
S 4000 800
T 3000 1000
U 2000 1200
V 1000 1400


Teori Permintaan
Dapat dinyatakan :
“Perbandingan lurus antara permintaan terhadap harganya yaitu apabila permintaan naik, maka harga relatif akan naik, sebaliknya bila permintaan turun, maka harga relatif akan turun.”

Permintaan Perseorangan dan Permintaan Pasar
Permintaan terhadap sesuatu barang dapat dilihat dari dua sudut, yaitu permintaan yang dilakukan oleh seorang dan permintaan yang dilakukan semua orang dalam pasar. Untuk memperoleh kurva permintaan pasar, kurva permintaan berbagai individu dalam pasar harus dijumlahkan.

. Efek Faktor Bukan Harga Terhadap Permintaan
Hukum permintaan terutama memperhatikan sifat hubungan antara harga sesuatu barang dengan jumlah barang yang diminta. Sedangkan dalam kenyataan sebenarnya—seperti sudah dinyatakan sebelum ini—banyaknya permintaan terhadap sesuatu barang juga ditentukan oleh banyak factor lain. Oleh sebab itu, untuk melengkapi analisis mengenai teori permintaan, adalah perlu untuk menganalisis bagaimana factor penting lainnya dapat mempengaruhi permintaan.
Faktor bukan harga tersebut antara lain:
1.Harga barang-barang lain
• Barang pengganti
Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan yang dapat digantikannya. Sekiranya harga barang pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan mengalami pengurangan dalam permintaan.
• Barang pelengkap
Apabila sesuatu barang selalu digunakan bersama dengan barang lainnya, maka barang tersebut dinamakan barang pelengkap kepada barang lain tersebut. Kenaikan atau penurunan permintaan terhadap barang pelengkap selalu sejalan dengan perubahan permintaan barang yang digenapinya.



• Barang netral
Apabila dua macam barang tidak mempunyai hubungan yang rapat maka perubahan terhadap permintaan salah satu barang tersebut tidak akan mempengaruhi permintaan barang lainnya. Barang seperti itu dinamakan barang netral.

2. Pendapatan Para Pembeli
Pendapatan para pembeli merupakan factor yang sangat penting dalam menentukan corak permintaan terhadap berbagai barang. Perubahan pendapatan selalu menimbulkan perubahan terhadap permintaan berbagai jenis barang. Berdasarkan sifat perubahan permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah, berbagai barang dapat dibedakan menjadi empat golongan yaitu
• Barang Inferior
Barang inferior adalah barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang berpendapatan rendah. Kalau pendapatan bertambah tinggi maka permintaan terhadap barang-barang yang tergolong barang inferior akan berkurang.
• Barang Esensial
Barang esensial adalah barang yang sangat penting artinya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Biasanya barang itu terdiri dari kebutuhan pokok masyarakat seperti makanan (beras, kopi dan gula) dan pakaian yang utama. Perbelanjaan seperti ini tidak berubah walaupun pendapatan meningkat/
• Barang Normal
Sesuatu barang dinamakan barang normal apabila ia mengalami kenaikan dalam permintaan sebagai akibat dari kenaikan pendapatan. Kebanyakan barang yang ada dalam masyarakat termasuk dalam golongan ini. Beberapa contohnya adalah pakaian, sepatu, berbagai jenis peralatan rumah tangga dan berbagai jenis makanan. Ada dua factor yang menyebabkan barang-barabg seperti itu permintaannya akan mengalami kenaikan kalau pendapatan para pembeli bertambah, yaitu:
a. Pertambahan pendapatan menambah kemampuan untuk membeli lebih banyak barang, dan
b. Pertambahan pendapatan memungkinkan para pembeli menukar konsumsi mereka dari barang yang kurang baik mutunya kepada baran-barang yang lebih baik.

• Barang Mewah
Jenis-jenis barang yang dibeli orang apabila pendapatan mereka sudah relative tinggi termasuk dalam golongan ini. Emas, intan, mobil sedan adalah beberapa contoh barang mewah. Selain itu, perabot dan hiasan rumah yang mahal adalah contoh lain. Biasanya barang-barang tersebut baru dibeli masyarakat setelah dapat memenuhi kebutuhan yang pokok seperti makanan, pakaian, dan perumahan.

3. Beberapa Faktor Lain
Beberapa factor lain yang cukup penting peranannya dalam mempengaruhi permintaan terhadap suatu barang adalah distribusi pendapatan, cita rasa, jumlah penduduk dan ekspektasi mengenai keadaan masa depan.
• Distribusi Pendapatan
Sejumlah pendapatan masyarakat yang tertentu akan menimbulkan corak permintaan masyarakat yang berbeda apabila pendapatan tersebut diubah corak distribusinya. Sekiranya pemerintah menaikkan pajak terhadap orang-orang kaya dan kemudian menggunakan hasil pajak ini untuk menaikkan pendapatan pekerja yang bergaji rendah maka corak permintaan terhadap berbagai barang akan mengalami perubahan. Barang-barang yang digunakan oleh orang-orang kaya akan berkurang permintaannya, tetapi sebaliknya barang-barang yang digunakan orang yang pendapatan rendah yang mengalami kenaikan pendapatan akan bertambah permintaanya. Misalnya, permintaan terhadap mobil mewah akan berkurang tetapi permintaan terhadap rumah harga murah akan bertambah.
• Cita Rasa Masyarakat
Cita rasa mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan masyarakat untuk membeli barang-barang. Pada tahun 1960-an sedikit sekali orang yang suka menggunakan mobil-mobil buatan Jepang. Tetapi semenjak tahun 1970-an suasananya sudah sangat berubah. Diberbagai Negara di sunia didapati mobi lbuatan Jepang semakin popular dan banyak digunakan orang. Akibatnya, permintaan terhadap mobil-mobil buatan Amerika dan Eropa sangat merosot. Contoh ini menggambarkan bagaimana perubahan cita rasa masyarakat dapat mempengaruhi permintaan berbagai jenis barang.

• Jumlah Penduduk
Pertambahan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan permintaan. Tetapi biasanya pertambahan penduduk diikuti oleh perkembangan dalam kesempatan kerja. Dengan demikian lebih banyak orang yang menerima pendapatan dan ini menambah daya beli dalam masyarakat. Pertambahan daya beli ini akan menambah permintaan.
• Ekspektasi Masa Depan
Perubahan-perubahan yang diramalkan mengenai keadaan pada masa yang akan dating dapat mempengaruhi permintaan. Ramalan para konsumen bahwa harga-harga akan menjadi bertambah tinggi pada masa depan akan mendorong mereka untuk membeli lebih banyak pada masa kini, untuk menghemat pengeluaran pada masa yang akan datang. Sebaliknya, ramalan bahwa lowongan kerja akan bertambah sukar diperoleh dan kegiatan ekonomi akan mengalami resesi, akan mendorong orang lebih berhemat dalam pengeluarannya dan mengurangi permintaan.

Gerakan sepanjang kurva permintaan
Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun. Kurva permintaan akan bergerak kekanan atau kekiri apabila terdapat perubahan – perubahan terhadap permintaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor bukan harga, sekiranya harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan itu akan menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri.

B. Penawaran (Supply)
Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat harga tertentu.

Penentuan – penentuan Penawaran
Keinginan para penjual dalam menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor. Yang tepenting adalah :
1. Harga barang itu sendiri
2. Harga barang lain
3. Biaya faktor produksi
4. Teknologi
5. Tujuan perusahaan
6. Ekspektasi (ramalan)
Hukum Penawaran
Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa : “Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.”

Daftar Penawaran
Daftar penawaran yang gambaran yang menunjukan jumlah penawaran pada berbagai tingkat harga.

Kurva Penawaran
Kurva penawaran dapat didefinisikan sebagai :
“Yaitu suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan”.
Seperti saat menganalisis kurva permintaan, dalam menganalisis kurva penawaran perlu dibedakan di antara dua pengertian yaitu; “penawaran” dan “jumlah barang yang ditawarkan”. Dalam analisis ekonomi, penawaran berarti keseluruhan kurva penawaran. Sedangkan jumlah barang yang ditawarkan berarti jumlah barang yang ditawarkan pada suatu tingkat harga tertentu. Pada kurva penawaran dibawah ini terdapat 7 titik yaitu P, Q,R,S,T,U,V. Masing-masing titik menggambarkan keadaan yang berbeda. Sebagai contoh, dalam tabel dibawah, keadaan P menggambarkan bahwa pada harga Rp. 1000 jumlah buku tulis yang akan dibeli adalah 200.



KEADAAN HARGA (RUPIAH) JUMLAH YANG DITAWARKAN (UNIT)
P 1000 200
Q 2000 400
R 3000 600
S 4000 800
T 5000 1000
U 6000 1200
V 7000 1400



Pada umumnya kurva penawaran menarik dari kiri bawah ke kanan atas. Berarti arah pergerakannya berlawanan dengan arah pergerakan kurva permintaan. Bentuk kurva penawaran bersifat seperti itu karena terdapat hubungan yang positif di antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan, yaitu makin tinggi harga, makin banyak jumlah yang ditawarkan.

Teori Penawaran
Yaitu teori yang menerangkan sifat penjual dalam menawarkan barang yang akan dijual.



Pengaruh Faktor Bukan Harga Terhadap Penawaran
1.Harga Barang Lain
Perhatikan contoh berikut. Oleh karena kenaikan biaya produksi di luar negeri maka buku tulis yang diimpor bertambah mahal harganya. Beberapa konsumen buku tulis impor sekarang lebih suka membeli buku tulis buatan dalam negeri dan menaikkan permintaan terhadapnya. Kenaikan permintaan ini akan memberi dorongan kepada produsen dalam negeri untuk menaikkan produksi dan penawaran buku tulis.
2.Biaya Untuk Memperoleh Factor Produksi
Pembayaran kepada factor-faktor produksi merupakan pengeluaran yang sangat penting dalam prosers produksi beberbagai perusahaan. Pengeluaran tersebut mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan biaya produksi. Tanpa adanya kenaikan produktifitas dan efisiensi, kenaikan harga factor-faktor produksi akan menaikkan biaya produksi. Di beberapa perusahaan kenaikkan pengeluaran untuk memperoleh factor-faktor produksi akan menyebabkan biaya produksi melebihi hasil penjualannya dan mereka mengalami kerugian. Ini dapat menimbulkan penutupan usaha tersebut dan jum lah penawaran barang menjadi berkurang.
3.Tujuan Perusahaan
Dalam teori ekonomi selalu dimisalkan perusahaan berusaha memaksimumkan keuntungan. Dengan pemisalan ini tiap perusahaan tidak berusaha untuk menggunakan kapasitas memproduksinya secara maksimal, tetapi akan menggunakannya pada tingkat kapasitas yang memaksimumkan keuntungannya. Dalam prakteknya perusahaan-perusahaan banyak yang mempunyai tujuan lain. Ada perusahaan yang tidak mau menanggung risiko dan untuk itu mereka melakukan kegiatan yang lebih selamat walaupun keuntungannya lebih kecil. Tujuan yang berbeda-beda tersebut menimbulkan efek yang berbeda terhadap penentuan tingkat produksi. Dengan demikian penawaran sesuatu barang akan berbeda sifatnya sekiranya terjadi perubahan dalam tujuan yang ingin dicapai perusahaan.
4.Tingkat Tekhnologi
Tingkat teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan banyaknya jumlah barang yang dapat ditawarkan. Kenaikan produksi dan perkembangan ekonomi yang pesat diberbagai Negara terutama disebabkan oleh penggunaan teknologi yang semakin modern. Kemajuan teknologi telah dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi produktivitas, mempertinggi mutu barang dan menciptakan barang-barang yang baru. Dalam hubungannya dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan 2 efek berikut: (1) Produksi dapat ditambah dengan lebih cepat, dan (2) Biaya produksi semakin murah. Dengan demikian keuntungan menjadi bertambah tinggi. Berdasarkan kepada kedua akibat ini, dapat disimpulkan bahwa kemajuan teknologi cendrung untuk menimbulkan kenaikan penawaran.

Gerakan sepanjang dan pergeseran kurva penawaran
Perubahan dalam jumlah yang ditawarkan dapat berlaku sebagai akibat dari pergeseran kurva penawaran.

C. Keseimbangan Pasar
Penentuan Harga dan Jumlah yang Diperjualbelikan
Untuk menganalisis mekanisme penentuan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan, secara serentak perlulah dianalisis permintaan dan penawaran terhadap sesuatu barang tertentu yang wujud di pasar.
Keadaan di suatu pasar dikatakan dalam keseimbangan atau ekuilibrium apabila jumlah yang ditawarkan para penjual pada suatu harga tertentu adalah sama dengan jumlah yang diminta para pembeli pada harga tersebut. Dengan demikian harga suatu barang dan jumlah barang yang diperjualbelikan dapat ditentukan dengan melihat keadaan keseimbangan dalam suatu pasar. Tiga cara dapat digunakan untuk menunjukkan keadaan keseimbangan tersebut, yaitu (i) dengan contoh yang menggunakan angka, (ii) dengan menggunakan kurva permintaan dan penawaran, dan (iii) menentukannya secara matematik.

Menentukan Keseimbangan Secara Angka
Pada tabel di bawah ini, dapat dibandingkan permintaan dan penawaran buku tulis pada berbagai tingkat harga. Terdapat tiga keadaan. Keadaan pertama adalah keadaan kelebihan penawaran, yaitu jumlah yang ditawarkan di pasar melebihi permintaan para pembeli. Keadaan kedua adalah keadaan dimana perintaan dan penawaran sama, yaitu pada harga tertentu jumlah yang ditawarkan para penjual sama dengan yang diinginkan pembeli. Keadaan ketiga adalah keadaan kelebihan permintaan, yaitu jumah yang diminta para pembeli melebihi dengan yang ditawarkan para penjual.
Pada saat kelebihan penawaran akan mendorong para penjual untuk menurunkan harga, sedangkan pada saat permintaan para pembeli tidak terpenuhi atau kelebihan permintaan menyebabkan para penjual menaikkan harga. Syarat untuk mencapai keadaan keseimbangan adalah “jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta”.
Contoh:

Harga (Rp) Jumlah yang diminta Jumlah yang ditawarkan Sifat interaksi
500 200 900 Kelebihan
400 400 800 Penawaran
300 600 600 Keseimbangan
200 900 375 Kelebihan
100 1300 100 Permintaan


Menentukan Keseimbangan Secara Grafik
Perhatikan kurva di bawah ini. Kurva DD menggambarkan permintaan buku tulis dan kurva SS menggambarkan penawaran buku tulis. Kurva ini digambar berdasarkan tabel di atas (menentukan keseimbangan secara angka). Pada harga melebihi dari Rp 3000 kurva penawaran berada di sebelah kanan kurva permintaan berarti penawaran melebihi permintaan. Keadaan ini tidak stabil dan harga akan mengalami penurunan. Pada harga kurang dari Rp 3000 kurva permintaan berada di sebelah kanan kurva penawaran berarti permintaan melebihi penawaran. Ketidakseimbangan ini menyebabkan harga tidak stabil, yaitu cenderung untuk mengalami kenaikan. Pada harga Rp 3000 kurva permintaan dan penawaran saling berpotongan yaitu di titik E. Perpotongan itu berarti permintaan sama dengan penawaran, dan dengan demikian keadaan keseimbangan tercapai.







Menentukan Keadaan Keseimbangan Secara Matematik



Sebelum kita menentukan keseimbangan, kita harus memahami persamaan permintaan dan penawaran. Bentuk umum kedua persamaan tersebut adalah :
• Persamaan permintaan
Qd = c – dP
• Persamaan penawaran
Qs = -m + nP

Dimana :
 c adalah suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang diminta apabila tingkat harga adalah 0. Nilai c selalu positif.
 d adalah kecondongan kurva permintaan. Nilainya selalu negatif (-d) karena kurva permintaan menurun dari kiri ke kanan.
 m adalah suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang ditawarkan apabila tingkat harga adalah 0. Biasanya nilai m adalah negatif (-m).
 n adalah kecondongan kurva penawaran. Nilainya selalu positif karena kurva penawaran naik dari kiri ke kanan.
 Qd adalah kuantitas yang diminta, Qs adalah kuantitas yang ditawarkan dan P adalah tingkat harga.
Secara matematik, syarat keseimbangan adalah :
Qd = Qs
atau
c – dP = -m + nP
Contoh :
Andaikan persamaan permintaan karet alam di suatu kampong adalah Qd= 22000-2P dan penawarannya Qs= -3000+3P. Berapakah harga karet alam dan kuantitas karet yang diperjualbelikan?
Berdasarkan persamaan di atas, keseimbangan dalam pasar itu akan tercapai apabila :
Qd = Qs
22000-2P = -3000+3P
5P = 25000
P = 5000
Untuk menetukan kuantitas yang diperjualbelikan, Qd dan Qs pada harga keseimbangan perlu ditentukan.
Qd = 22000 – 2P
= 22000 – 2(5000)
= 22000 – 10000
= 12000

Qs = -3000 + 3P
= -3000 + 3 (5000)
= -3000 + 15000
= 12000

Beberapa Kasus Perubahan Keseimbangan
Perubahan-perubahan faktor-faktor lain di luar harga yang mempengaruhi permintaan atau penawaran akan menyebabkan perubahan keseimbangan. Terdapat empat kemungkinan perubahan/pergeseran kurva permintaan dan penawaran, yaitu :
• Permintaan bertambah ( kurva permintaan bergeser ke kanan).
• Permintaan berkurang (kurva permintaan bergeser ke kiri).
• Penawaran bertambah (kurva penawaran bergeser ke kanan).
• Penawaran berkurang (kurva penawaran bergeser ke kiri).
Masing-masing perubahan yang dinyatakan di atas dapat (i) berubah secara sendiri (yaitu hanya salah satu perubahan dari keempat kemungkinan itu yang berlaku), atau (ii) permintaan dan penawaran berubah secara serentak.dalam kasus (i) contohnya adalah permintaan saja atau penawaran saja yang bertambah. Dalam kasus (ii) contohnya adalah permintaan dan penawaran bertambah secara serentak. Berikut ini akibat dari masing-masing corak perubahan tersebut terhadap keseimbangan.



Perubahan Permintaan atau Penawaran
Untuk melihat bagaimana tiap-tiap perubahan permintaan atau penawaran akan mempengaruhi keadaan keseimbangan, dalam gambar di bawah ini ditunjukkan dua macam perubahan, yaitu :
• Pergeseran kurva permintaan ke sebelah kanan.
• Pergeseran kurva penawaran ke sebelah kanan.

a. Efek Pertambahan Permintaan
Pergeseran kurva permintaan ke kanan, yaitu dari DD menjadi D11D1, menggambarkan berlakunya pertambahan permintaan yaitu seperti ditunjukkan pada grafik di bawah ini. Perubahan ini menyebabkan keadaan keseimbangan pindah dari E menjadi E1. Perpindahan ini menunjukkan bahwa kenaikan permintaan menyebabkan harga naik dari P ke P 1 dan barang yang diperjualbelikan bertambah dari Q ke Q1.





b. Efek Pertambahan Penawaran
Dalam grafik di bawah ini ditunjukkan kurva penawaran bergeser dari SS menjadi S1S1 dan perubahan ini berarti penawaran telah bertambah. Kenaikan penawaran ini menyebabkan keadaan keseimbangan berubah dari E ke E1. Berarti harga turun dari P menjadi P1 dan jumlah barang yang diperjualbelikan bertambah dari Q menjadi Q1.






c. Kesimpulan
Berdasarkan kedua contoh di atas dapat diambil dua kesimpulan, yaitu (i) pengurangan permintaan (kurva permintaan bergeser ke kiri) menyebabkan harga turun dan jumlah barang yang diperjualbelikan berkurang, (ii) pengurangan penawaran (kurva penawaran bergeser ke kiri) menyebabkan harga naik dan jumlah barang yang diperjualbelikan berkurang.

Perubahan Serentak Permintaan dan Penawaran
Ada beberapa kemungkinan perubahan serentak permintaan dan penawaran yang dapat berlaku. Perubahan mungkin berlaku ke arah yang sama, yaitu sama-sama mengalami kenaikan atau sama-sama menurun. Tetapi mungkin pula berlaku ke arah yang bertentangan, yaitu misalnya permintaan turun tetapi penawaran bertambah atau permintaan bertambah tetapi penawaran turun. Tiap-tiap perubahan tersebut akan menimbulkan efek yang berbeda kepada perubahan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan.
Sebagai contoh dalam menganalisis perubahan serentak permintaan dan penawaran akan dimisalkan permintaan dan penawaran mengalami pertambahan. Akibat pertambahan ini terhadap harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan yang ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.








Awalnya permintaan masyarakat terhadap suatu barang ditunjukkan oleh kurva DD, sedangkan penawaran oleh para penjual ditunjukkan oleh kurva SS, sehingga keseimbangan dicapai di titik E dengan tingkat harga mencapai P dan jumlah barang yang diperjualbelikan adalah Q. pada masa selanjutnya penawaran bertambah menjadi S1S1 dan serentak dengan perubahan ini permintaan mengalami kenaikan dan sekarang menjadi D1D1. Dalam grafik digambarkan tingkat perubahan permintaan adalah lebih besar dari tingkat perubahan penawaran. Perubahan seperti itu mengakibatkan harga naik (dari P menjadi P1) dan jumlah barang yang diperjualbelikan bertambah dari Q menjadi Q1. Di samping itu terdapat dua kemungkinan berikut :
• Apabila pertambahan permintaan sama dengan pertambahan penawaran maka tingkat harga tidak berubah.
• Apabila pertambahan permintaan kurang dari pertambahan penawaran harga akan merosot.
Kedua keadaan ini ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.
Grafik (i) menunjukkan keadaan dimana pertambahan dalam permintaan adalah sama dengan pertambahan dalam penawaran. Perubahan ini menyebabkan harga tidak mengalami perubahan, yaitu tetap sebesar P. Grafik (ii) menunjukkan keadaan dimana perubahan penawaran melebihi perubahan permintaan. Perubahan seperti ini menyebabkan harga menurun, yaitu dari P menjadi P1.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar