Pria memang selalu bersikap manis saat berhadapan dengan wanita pujaannya. Namun apakah ia benar-benar jatuh cinta?
Berikut tujuh tanda pria benar-benar jatuh cinta seperti dikutip dari Sheknows.com.
1. Membawakan barang-barang
Pria selalu ingin berlagak bak pahlawan di depan pujaannya. Saat ia jatuh cinta, pria tak ingin melihat wanitanya kesulitan. Hal-hal kecil seperti membawa barang bawaan atau belanjaan akan dilakukannya.
2. Selalu melihat pasangannya sempurna
Ketika sang pria selalu menganggap pasangannya sempurna, bahkan dalam keadaan berkeringat dengan penampilan seadanya, itulah tandanya bahwa ia benar-benar jatuh cinta. Bukan ketertarikan fisik semata.
3. Membantu tanpa diminta
Jika pria tanpa diminta selalu membantu kesulitan pasangannya, itu adalah salah satu tanda ia benar-benar jatuh cinta. Hal ini bukan hanya karena sang pria ingin dianggap sempurna, namun juga berarti bahwa ia peka dan peduli akan kebutuhan pasangannya.
4. Mendengarkan semua keluhan
Saat seorang pria mau mendengarkan segala keluhan pasangannya dengan penuh perhatian dan kepedulian, itu adalah salah satu tanda ia serius jatuh cinta. Ia tak sekedar mendengar, tapi juga mampu mengeluarkan kata-kata manis yang membuat pasangannya tenang.
5. Memikirkan pasangan di setiap langkahnya
Tak perlu melihat hal-hal yang kecil, coba saja perhatikan saat si pria membuat kopi atau teh. Jika ia juga membuatkan, atau minimal menanyakan keinginan pasangannya, itu tandanya ia selalu memikirkan pasangannya di setiap langkahnya. Pria yang tengah jatuh cinta juga akan selalu memasukkan pujaan hatinya ke dalam rencana masa depannya.
6. 'Supir pribadi'
Si pria rela mengantar dan menjemput pasangannya walau itu berarti ia harus berjibaku dengan kemacetan jalan yang luar biasa. Namun demi memastikan keselamatan sang pujaan hati, ia rela melakukannya.
7. Memasak hanya untuk membuat pasangannya terkesan
Pria kerap menghindari pekerjaan yang dianggapnya terlalu merepotkan. Namun demi membuat pasangannya terkesan, memasak pun ia lakoni. Tak selalu harus memasak, jika ia telah berkorban melakukan hal-hal yang tidak ia kuasai demi wanitanya, itu sudah merupakan tanda ia tengah jatuh cinta.
cY_^ Blog
Entri Populer
-
Sifat-sifat, Sikap dan Perilaku Wirausaha A. Sifat-sifat yang perlu dimiliki Wirausaha Seorang wirausahawan haruslah seorang yang mampu me...
-
DASAR-DASAR TEORI PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN A. Permintaan (Demand) Permintan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pad...
-
Selasa, 01 Maret 2011 DASAR-DASAR TEORI PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN DASAR-DASAR TEORI PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN A. P...
-
KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN A. Sejarah Kewirausahaan Sejarah kewirausahaan dapat dibagi dalam beberapa periode: 1. Periode awal Sejarah k...
-
http://www.sumbarprov.go.id/detail_artikel.php?id=114 Sebuah mobil baru merk avansa kini nangkring digarasenya. Mobil yang masih putih nom...
-
Prospek agrindustri yang berperan penting bagi Indonesia adalah: 1. Prospek minyak kelapa sawit Seperti halnya yang kita ketahui ba...
-
http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/06/29/masril-koto-pendiri-lembaga-keuangan-mikro-agribisnis-lkma-prima-tani-dan-konsultan-perusahaa...
-
Pria memang selalu bersikap manis saat berhadapan dengan wanita pujaannya. Namun apakah ia benar-benar jatuh cinta? Berikut tujuh tanda pr...
-
Kiat Mudah Menghilangkan Aroma Kaki Tak Sedap Jangan sepelekan aroma kaki yang tak sedap. Hal tadi tidak hanya akan membuat penampilan And...
-
Hari-hari yang membosankan, tapi mesti n kudu dijalani karena inilah hidup,tinggal kita aja yang jalani ny. apakah kita enjoy ato gak?? kala...
Kamis, 31 Maret 2011
Minggu, 13 Maret 2011
prospek agroindustri indonesia dilihat dari aspek bahan baku
Prospek agrindustri yang berperan penting bagi Indonesia adalah:
1. Prospek minyak kelapa sawit
Seperti halnya yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia, ekspor yang terus gencar dilaksanakan juga mampu menandingi negara-negara lain. Menurut data produksi minyak kelapa sawit yang diperoleh dari literatur bahwa Indonesia berproduksi rata-rata 14.72% per tahunnya. Bahkan menurut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) pada tahun 2007 produksi minyak kelapa sawit mencapai sekitar 17.664.000 ton melampaui malaysia. Prestasi ini harus terus terjaga dan dipertahankan. Permintaan pasar global yang tinggi bahkan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan kualitasnya yang mampu bersaing dengan jenis minyak lain menjadikan para pengusaha minyak kelapa sawit optimis untuk terus mengembangkan usahanya.
2. Prospek karet alam
Karet alam memiliki prospek yang cukup cerah dalam hal agroindustri. Menurut Daniri (2008), Produksi karet alam terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2005 produksi karet alam mencapai 2,3 juta ton dengan pertumbuhan 9,2% dibandingkan dengan 2001 dan menduduki peringkat kedua dunia setelah Thailand. Menurut IRSG, peluang ekspor karet alam akan terus meningkat karena tingginya pertumbuhan industri otomotif dunia sebagai penghela agroindustri ini dan stabilnya harga karet alam dalam kurun waktu 2006-2025 pada US$2/kg. Meskipun telah banyak beredar karet sintetik di pasaran yang meiliki harga lebih murah , rupanya karet alam juga mampu menyainginya dengan bagusnya kuaitas karet alam itu sendiri.
3. Prospek minyak Atsiri dari nilam
Nilam yang biasa disebut dengan minyak terbang ataupun essential oil merupakan minyak yang biasa dimanfaatkan dalam industry farmasi dan kosmetika. Semakin banyaknya produk kosmetik dan farmasi serta produk yang lain yang memerlukan bahan baku dari minyak nilam, menjadikan permintaan minyak nilam dunia semakin tinggi. Bahkan menurut Ketua Dewan Atsiri Indonesia Wien P Gunawan Indonesia merupakan pengekspor mnyak nilam tertinggi ke tujuh di dunia pada tahun 2006. Indonesia menguasai hingga 90% dari ekspor dunia. Tentu dengan tingginya persentase tersebut mendorong kita untuk terus mengembangkan prospek ini.
1. Prospek minyak kelapa sawit
Seperti halnya yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia, ekspor yang terus gencar dilaksanakan juga mampu menandingi negara-negara lain. Menurut data produksi minyak kelapa sawit yang diperoleh dari literatur bahwa Indonesia berproduksi rata-rata 14.72% per tahunnya. Bahkan menurut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) pada tahun 2007 produksi minyak kelapa sawit mencapai sekitar 17.664.000 ton melampaui malaysia. Prestasi ini harus terus terjaga dan dipertahankan. Permintaan pasar global yang tinggi bahkan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan kualitasnya yang mampu bersaing dengan jenis minyak lain menjadikan para pengusaha minyak kelapa sawit optimis untuk terus mengembangkan usahanya.
2. Prospek karet alam
Karet alam memiliki prospek yang cukup cerah dalam hal agroindustri. Menurut Daniri (2008), Produksi karet alam terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2005 produksi karet alam mencapai 2,3 juta ton dengan pertumbuhan 9,2% dibandingkan dengan 2001 dan menduduki peringkat kedua dunia setelah Thailand. Menurut IRSG, peluang ekspor karet alam akan terus meningkat karena tingginya pertumbuhan industri otomotif dunia sebagai penghela agroindustri ini dan stabilnya harga karet alam dalam kurun waktu 2006-2025 pada US$2/kg. Meskipun telah banyak beredar karet sintetik di pasaran yang meiliki harga lebih murah , rupanya karet alam juga mampu menyainginya dengan bagusnya kuaitas karet alam itu sendiri.
3. Prospek minyak Atsiri dari nilam
Nilam yang biasa disebut dengan minyak terbang ataupun essential oil merupakan minyak yang biasa dimanfaatkan dalam industry farmasi dan kosmetika. Semakin banyaknya produk kosmetik dan farmasi serta produk yang lain yang memerlukan bahan baku dari minyak nilam, menjadikan permintaan minyak nilam dunia semakin tinggi. Bahkan menurut Ketua Dewan Atsiri Indonesia Wien P Gunawan Indonesia merupakan pengekspor mnyak nilam tertinggi ke tujuh di dunia pada tahun 2006. Indonesia menguasai hingga 90% dari ekspor dunia. Tentu dengan tingginya persentase tersebut mendorong kita untuk terus mengembangkan prospek ini.
Sabtu, 12 Maret 2011
Cara Menghilangkan Bau Kaki
Kiat Mudah Menghilangkan Aroma Kaki Tak Sedap
Jangan sepelekan aroma kaki yang tak sedap. Hal tadi tidak hanya akan membuat penampilan Anda terganggu, tapi juga bisa menyerang kepercayaan diri. Jangan keburu panik, ini cara mengatasinya.
1. Perhatikan kebersihan kaki. Terkadang, bau yang timbul adalah akibat bakteri dan kotoran yang berkumpul di kaki. Saat mandi, biasakan gosok bersih kaki Anda. Jangan lupa untuk membersihkan dan memotong kuku kaki secara rutin. Tak jarang, kotoran di kuku kaki lah yang menyebabkan timbulnya bau kaki. Usahakan juga untuk memilih sabun anti bakteri untuk membersihkan kaki.
2. Hindari kebiasaan bertelanjang kaki. Bertelanjang kaki sama saja membiarkan bakteri dan kotoran bersarang di kaki. Biasakan memakai sandal khusus ruangan agar kaki tetap terlindung.
3. Bersihkan sepatu dan kaos kaki Anda. Jangan memakai kaos kaki yang sama selama berhari-hari tanpa mencucinya terlebih dahulu . Begitu juga dengan sepatu, cucilah sepatu Anda paling tidak satu bulan dua kali.
4. Pilihlah ukuran sepatu dengan benar. Memakai sepatu terlalu ketat akan membuat kulit kaki sulit bernapas. Kuman dan kotoran pun mengendap dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
5. Kelebihan produksi keringat di bagian kaki juga merupakan salah satu penyebab timbulnya bau kaki. Anda dapat mengatasinya dengan merendam kaki di air lemon atau di air teh. Teh dan lemon dapat mengurangi produksi keringat di bagian kaki.
Jangan sepelekan aroma kaki yang tak sedap. Hal tadi tidak hanya akan membuat penampilan Anda terganggu, tapi juga bisa menyerang kepercayaan diri. Jangan keburu panik, ini cara mengatasinya.
1. Perhatikan kebersihan kaki. Terkadang, bau yang timbul adalah akibat bakteri dan kotoran yang berkumpul di kaki. Saat mandi, biasakan gosok bersih kaki Anda. Jangan lupa untuk membersihkan dan memotong kuku kaki secara rutin. Tak jarang, kotoran di kuku kaki lah yang menyebabkan timbulnya bau kaki. Usahakan juga untuk memilih sabun anti bakteri untuk membersihkan kaki.
2. Hindari kebiasaan bertelanjang kaki. Bertelanjang kaki sama saja membiarkan bakteri dan kotoran bersarang di kaki. Biasakan memakai sandal khusus ruangan agar kaki tetap terlindung.
3. Bersihkan sepatu dan kaos kaki Anda. Jangan memakai kaos kaki yang sama selama berhari-hari tanpa mencucinya terlebih dahulu . Begitu juga dengan sepatu, cucilah sepatu Anda paling tidak satu bulan dua kali.
4. Pilihlah ukuran sepatu dengan benar. Memakai sepatu terlalu ketat akan membuat kulit kaki sulit bernapas. Kuman dan kotoran pun mengendap dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
5. Kelebihan produksi keringat di bagian kaki juga merupakan salah satu penyebab timbulnya bau kaki. Anda dapat mengatasinya dengan merendam kaki di air lemon atau di air teh. Teh dan lemon dapat mengurangi produksi keringat di bagian kaki.
Kamis, 03 Maret 2011
DASAR-DASAR TEORI PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN
Selasa, 01 Maret 2011
DASAR-DASAR TEORI PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN
DASAR-DASAR TEORI PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN
A. Permintaan (Demand)
Permintan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu.
Beberapa Penentuan Permintaan
Permintaan seseorang atau suatu masyarakat kepada suatu barang
ditentukan oleh faktor-faktor,diantaranya :
1. Harga barang itu sendiri (Px)
2. Harga barang lain ( Py)
3. Pendapatan konsumen (Inc)
4. Cita rasa (T)
5. Iklim (S)
6. Jumlah penduduk (Pop)
7. Ramalan masa yang akan datang (F)
Hukum Permintaan (the low of demand)
Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan :
“Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.”
(Qd = F. (Px, Py, Ine, T, S, Pop, F)
Daftar Permintaan
Daftar permintaan ialah suatu tabel yang memberi gambaran dalam angka-angka tentang hubungan antara harga dengan jumlah yang diminta masyarakat. Ia menggambarkan besarnya permintaan yang ada pada berbagai tingkat harga.
Kurva Permintaan
Kurva Permintaan dapat didefinisikan sebagai :
“Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli.”
Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah. Kurva yang demikian disebabkan oleh sifat hubungan antara harga dan jumlah yang diminta yang mempunyai sifat hubungan terbalik.
Contoh:
Pada kurva permintaan dibawah ini terdapat 7 titik yaitu P, Q,R,S,T,U,V. Masing-masing titik menggambarkan keadaan yang berbeda. Sebagai contoh, dalam tabel dibawah, keadaan P menggambarkan bahwa pada harga Rp. 5000 jumlah buku tulis yang akan dibeli adalah 200.
KEADAAN HARGA (RUPIAH) JUMLAH YANG DIMINTA (UNIT)
P 7000 200
Q 6000 400
R 5000 600
S 4000 800
T 3000 1000
U 2000 1200
V 1000 1400
Teori Permintaan
Dapat dinyatakan :
“Perbandingan lurus antara permintaan terhadap harganya yaitu apabila permintaan naik, maka harga relatif akan naik, sebaliknya bila permintaan turun, maka harga relatif akan turun.”
Permintaan Perseorangan dan Permintaan Pasar
Permintaan terhadap sesuatu barang dapat dilihat dari dua sudut, yaitu permintaan yang dilakukan oleh seorang dan permintaan yang dilakukan semua orang dalam pasar. Untuk memperoleh kurva permintaan pasar, kurva permintaan berbagai individu dalam pasar harus dijumlahkan.
. Efek Faktor Bukan Harga Terhadap Permintaan
Hukum permintaan terutama memperhatikan sifat hubungan antara harga sesuatu barang dengan jumlah barang yang diminta. Sedangkan dalam kenyataan sebenarnya—seperti sudah dinyatakan sebelum ini—banyaknya permintaan terhadap sesuatu barang juga ditentukan oleh banyak factor lain. Oleh sebab itu, untuk melengkapi analisis mengenai teori permintaan, adalah perlu untuk menganalisis bagaimana factor penting lainnya dapat mempengaruhi permintaan.
Faktor bukan harga tersebut antara lain:
1.Harga barang-barang lain
• Barang pengganti
Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan yang dapat digantikannya. Sekiranya harga barang pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan mengalami pengurangan dalam permintaan.
• Barang pelengkap
Apabila sesuatu barang selalu digunakan bersama dengan barang lainnya, maka barang tersebut dinamakan barang pelengkap kepada barang lain tersebut. Kenaikan atau penurunan permintaan terhadap barang pelengkap selalu sejalan dengan perubahan permintaan barang yang digenapinya.
• Barang netral
Apabila dua macam barang tidak mempunyai hubungan yang rapat maka perubahan terhadap permintaan salah satu barang tersebut tidak akan mempengaruhi permintaan barang lainnya. Barang seperti itu dinamakan barang netral.
2. Pendapatan Para Pembeli
Pendapatan para pembeli merupakan factor yang sangat penting dalam menentukan corak permintaan terhadap berbagai barang. Perubahan pendapatan selalu menimbulkan perubahan terhadap permintaan berbagai jenis barang. Berdasarkan sifat perubahan permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah, berbagai barang dapat dibedakan menjadi empat golongan yaitu
• Barang Inferior
Barang inferior adalah barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang berpendapatan rendah. Kalau pendapatan bertambah tinggi maka permintaan terhadap barang-barang yang tergolong barang inferior akan berkurang.
• Barang Esensial
Barang esensial adalah barang yang sangat penting artinya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Biasanya barang itu terdiri dari kebutuhan pokok masyarakat seperti makanan (beras, kopi dan gula) dan pakaian yang utama. Perbelanjaan seperti ini tidak berubah walaupun pendapatan meningkat/
• Barang Normal
Sesuatu barang dinamakan barang normal apabila ia mengalami kenaikan dalam permintaan sebagai akibat dari kenaikan pendapatan. Kebanyakan barang yang ada dalam masyarakat termasuk dalam golongan ini. Beberapa contohnya adalah pakaian, sepatu, berbagai jenis peralatan rumah tangga dan berbagai jenis makanan. Ada dua factor yang menyebabkan barang-barabg seperti itu permintaannya akan mengalami kenaikan kalau pendapatan para pembeli bertambah, yaitu:
a. Pertambahan pendapatan menambah kemampuan untuk membeli lebih banyak barang, dan
b. Pertambahan pendapatan memungkinkan para pembeli menukar konsumsi mereka dari barang yang kurang baik mutunya kepada baran-barang yang lebih baik.
• Barang Mewah
Jenis-jenis barang yang dibeli orang apabila pendapatan mereka sudah relative tinggi termasuk dalam golongan ini. Emas, intan, mobil sedan adalah beberapa contoh barang mewah. Selain itu, perabot dan hiasan rumah yang mahal adalah contoh lain. Biasanya barang-barang tersebut baru dibeli masyarakat setelah dapat memenuhi kebutuhan yang pokok seperti makanan, pakaian, dan perumahan.
3. Beberapa Faktor Lain
Beberapa factor lain yang cukup penting peranannya dalam mempengaruhi permintaan terhadap suatu barang adalah distribusi pendapatan, cita rasa, jumlah penduduk dan ekspektasi mengenai keadaan masa depan.
• Distribusi Pendapatan
Sejumlah pendapatan masyarakat yang tertentu akan menimbulkan corak permintaan masyarakat yang berbeda apabila pendapatan tersebut diubah corak distribusinya. Sekiranya pemerintah menaikkan pajak terhadap orang-orang kaya dan kemudian menggunakan hasil pajak ini untuk menaikkan pendapatan pekerja yang bergaji rendah maka corak permintaan terhadap berbagai barang akan mengalami perubahan. Barang-barang yang digunakan oleh orang-orang kaya akan berkurang permintaannya, tetapi sebaliknya barang-barang yang digunakan orang yang pendapatan rendah yang mengalami kenaikan pendapatan akan bertambah permintaanya. Misalnya, permintaan terhadap mobil mewah akan berkurang tetapi permintaan terhadap rumah harga murah akan bertambah.
• Cita Rasa Masyarakat
Cita rasa mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan masyarakat untuk membeli barang-barang. Pada tahun 1960-an sedikit sekali orang yang suka menggunakan mobil-mobil buatan Jepang. Tetapi semenjak tahun 1970-an suasananya sudah sangat berubah. Diberbagai Negara di sunia didapati mobi lbuatan Jepang semakin popular dan banyak digunakan orang. Akibatnya, permintaan terhadap mobil-mobil buatan Amerika dan Eropa sangat merosot. Contoh ini menggambarkan bagaimana perubahan cita rasa masyarakat dapat mempengaruhi permintaan berbagai jenis barang.
• Jumlah Penduduk
Pertambahan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan permintaan. Tetapi biasanya pertambahan penduduk diikuti oleh perkembangan dalam kesempatan kerja. Dengan demikian lebih banyak orang yang menerima pendapatan dan ini menambah daya beli dalam masyarakat. Pertambahan daya beli ini akan menambah permintaan.
• Ekspektasi Masa Depan
Perubahan-perubahan yang diramalkan mengenai keadaan pada masa yang akan dating dapat mempengaruhi permintaan. Ramalan para konsumen bahwa harga-harga akan menjadi bertambah tinggi pada masa depan akan mendorong mereka untuk membeli lebih banyak pada masa kini, untuk menghemat pengeluaran pada masa yang akan datang. Sebaliknya, ramalan bahwa lowongan kerja akan bertambah sukar diperoleh dan kegiatan ekonomi akan mengalami resesi, akan mendorong orang lebih berhemat dalam pengeluarannya dan mengurangi permintaan.
Gerakan sepanjang kurva permintaan
Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun. Kurva permintaan akan bergerak kekanan atau kekiri apabila terdapat perubahan – perubahan terhadap permintaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor bukan harga, sekiranya harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan itu akan menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri.
B. Penawaran (Supply)
Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat harga tertentu.
Penentuan – penentuan Penawaran
Keinginan para penjual dalam menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor. Yang tepenting adalah :
1. Harga barang itu sendiri
2. Harga barang lain
3. Biaya faktor produksi
4. Teknologi
5. Tujuan perusahaan
6. Ekspektasi (ramalan)
Hukum Penawaran
Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa : “Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.”
Daftar Penawaran
Daftar penawaran yang gambaran yang menunjukan jumlah penawaran pada berbagai tingkat harga.
Kurva Penawaran
Kurva penawaran dapat didefinisikan sebagai :
“Yaitu suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan”.
Seperti saat menganalisis kurva permintaan, dalam menganalisis kurva penawaran perlu dibedakan di antara dua pengertian yaitu; “penawaran” dan “jumlah barang yang ditawarkan”. Dalam analisis ekonomi, penawaran berarti keseluruhan kurva penawaran. Sedangkan jumlah barang yang ditawarkan berarti jumlah barang yang ditawarkan pada suatu tingkat harga tertentu. Pada kurva penawaran dibawah ini terdapat 7 titik yaitu P, Q,R,S,T,U,V. Masing-masing titik menggambarkan keadaan yang berbeda. Sebagai contoh, dalam tabel dibawah, keadaan P menggambarkan bahwa pada harga Rp. 1000 jumlah buku tulis yang akan dibeli adalah 200.
KEADAAN HARGA (RUPIAH) JUMLAH YANG DITAWARKAN (UNIT)
P 1000 200
Q 2000 400
R 3000 600
S 4000 800
T 5000 1000
U 6000 1200
V 7000 1400
Pada umumnya kurva penawaran menarik dari kiri bawah ke kanan atas. Berarti arah pergerakannya berlawanan dengan arah pergerakan kurva permintaan. Bentuk kurva penawaran bersifat seperti itu karena terdapat hubungan yang positif di antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan, yaitu makin tinggi harga, makin banyak jumlah yang ditawarkan.
Teori Penawaran
Yaitu teori yang menerangkan sifat penjual dalam menawarkan barang yang akan dijual.
Pengaruh Faktor Bukan Harga Terhadap Penawaran
1.Harga Barang Lain
Perhatikan contoh berikut. Oleh karena kenaikan biaya produksi di luar negeri maka buku tulis yang diimpor bertambah mahal harganya. Beberapa konsumen buku tulis impor sekarang lebih suka membeli buku tulis buatan dalam negeri dan menaikkan permintaan terhadapnya. Kenaikan permintaan ini akan memberi dorongan kepada produsen dalam negeri untuk menaikkan produksi dan penawaran buku tulis.
2.Biaya Untuk Memperoleh Factor Produksi
Pembayaran kepada factor-faktor produksi merupakan pengeluaran yang sangat penting dalam prosers produksi beberbagai perusahaan. Pengeluaran tersebut mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan biaya produksi. Tanpa adanya kenaikan produktifitas dan efisiensi, kenaikan harga factor-faktor produksi akan menaikkan biaya produksi. Di beberapa perusahaan kenaikkan pengeluaran untuk memperoleh factor-faktor produksi akan menyebabkan biaya produksi melebihi hasil penjualannya dan mereka mengalami kerugian. Ini dapat menimbulkan penutupan usaha tersebut dan jum lah penawaran barang menjadi berkurang.
3.Tujuan Perusahaan
Dalam teori ekonomi selalu dimisalkan perusahaan berusaha memaksimumkan keuntungan. Dengan pemisalan ini tiap perusahaan tidak berusaha untuk menggunakan kapasitas memproduksinya secara maksimal, tetapi akan menggunakannya pada tingkat kapasitas yang memaksimumkan keuntungannya. Dalam prakteknya perusahaan-perusahaan banyak yang mempunyai tujuan lain. Ada perusahaan yang tidak mau menanggung risiko dan untuk itu mereka melakukan kegiatan yang lebih selamat walaupun keuntungannya lebih kecil. Tujuan yang berbeda-beda tersebut menimbulkan efek yang berbeda terhadap penentuan tingkat produksi. Dengan demikian penawaran sesuatu barang akan berbeda sifatnya sekiranya terjadi perubahan dalam tujuan yang ingin dicapai perusahaan.
4.Tingkat Tekhnologi
Tingkat teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan banyaknya jumlah barang yang dapat ditawarkan. Kenaikan produksi dan perkembangan ekonomi yang pesat diberbagai Negara terutama disebabkan oleh penggunaan teknologi yang semakin modern. Kemajuan teknologi telah dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi produktivitas, mempertinggi mutu barang dan menciptakan barang-barang yang baru. Dalam hubungannya dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan 2 efek berikut: (1) Produksi dapat ditambah dengan lebih cepat, dan (2) Biaya produksi semakin murah. Dengan demikian keuntungan menjadi bertambah tinggi. Berdasarkan kepada kedua akibat ini, dapat disimpulkan bahwa kemajuan teknologi cendrung untuk menimbulkan kenaikan penawaran.
Gerakan sepanjang dan pergeseran kurva penawaran
Perubahan dalam jumlah yang ditawarkan dapat berlaku sebagai akibat dari pergeseran kurva penawaran.
C. Keseimbangan Pasar
Penentuan Harga dan Jumlah yang Diperjualbelikan
Untuk menganalisis mekanisme penentuan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan, secara serentak perlulah dianalisis permintaan dan penawaran terhadap sesuatu barang tertentu yang wujud di pasar.
Keadaan di suatu pasar dikatakan dalam keseimbangan atau ekuilibrium apabila jumlah yang ditawarkan para penjual pada suatu harga tertentu adalah sama dengan jumlah yang diminta para pembeli pada harga tersebut. Dengan demikian harga suatu barang dan jumlah barang yang diperjualbelikan dapat ditentukan dengan melihat keadaan keseimbangan dalam suatu pasar. Tiga cara dapat digunakan untuk menunjukkan keadaan keseimbangan tersebut, yaitu (i) dengan contoh yang menggunakan angka, (ii) dengan menggunakan kurva permintaan dan penawaran, dan (iii) menentukannya secara matematik.
Menentukan Keseimbangan Secara Angka
Pada tabel di bawah ini, dapat dibandingkan permintaan dan penawaran buku tulis pada berbagai tingkat harga. Terdapat tiga keadaan. Keadaan pertama adalah keadaan kelebihan penawaran, yaitu jumlah yang ditawarkan di pasar melebihi permintaan para pembeli. Keadaan kedua adalah keadaan dimana perintaan dan penawaran sama, yaitu pada harga tertentu jumlah yang ditawarkan para penjual sama dengan yang diinginkan pembeli. Keadaan ketiga adalah keadaan kelebihan permintaan, yaitu jumah yang diminta para pembeli melebihi dengan yang ditawarkan para penjual.
Pada saat kelebihan penawaran akan mendorong para penjual untuk menurunkan harga, sedangkan pada saat permintaan para pembeli tidak terpenuhi atau kelebihan permintaan menyebabkan para penjual menaikkan harga. Syarat untuk mencapai keadaan keseimbangan adalah “jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta”.
Contoh:
Harga (Rp) Jumlah yang diminta Jumlah yang ditawarkan Sifat interaksi
500 200 900 Kelebihan
400 400 800 Penawaran
300 600 600 Keseimbangan
200 900 375 Kelebihan
100 1300 100 Permintaan
Menentukan Keseimbangan Secara Grafik
Perhatikan kurva di bawah ini. Kurva DD menggambarkan permintaan buku tulis dan kurva SS menggambarkan penawaran buku tulis. Kurva ini digambar berdasarkan tabel di atas (menentukan keseimbangan secara angka). Pada harga melebihi dari Rp 3000 kurva penawaran berada di sebelah kanan kurva permintaan berarti penawaran melebihi permintaan. Keadaan ini tidak stabil dan harga akan mengalami penurunan. Pada harga kurang dari Rp 3000 kurva permintaan berada di sebelah kanan kurva penawaran berarti permintaan melebihi penawaran. Ketidakseimbangan ini menyebabkan harga tidak stabil, yaitu cenderung untuk mengalami kenaikan. Pada harga Rp 3000 kurva permintaan dan penawaran saling berpotongan yaitu di titik E. Perpotongan itu berarti permintaan sama dengan penawaran, dan dengan demikian keadaan keseimbangan tercapai.
Menentukan Keadaan Keseimbangan Secara Matematik
Sebelum kita menentukan keseimbangan, kita harus memahami persamaan permintaan dan penawaran. Bentuk umum kedua persamaan tersebut adalah :
• Persamaan permintaan
Qd = c – dP
• Persamaan penawaran
Qs = -m + nP
Dimana :
c adalah suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang diminta apabila tingkat harga adalah 0. Nilai c selalu positif.
d adalah kecondongan kurva permintaan. Nilainya selalu negatif (-d) karena kurva permintaan menurun dari kiri ke kanan.
m adalah suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang ditawarkan apabila tingkat harga adalah 0. Biasanya nilai m adalah negatif (-m).
n adalah kecondongan kurva penawaran. Nilainya selalu positif karena kurva penawaran naik dari kiri ke kanan.
Qd adalah kuantitas yang diminta, Qs adalah kuantitas yang ditawarkan dan P adalah tingkat harga.
Secara matematik, syarat keseimbangan adalah :
Qd = Qs
atau
c – dP = -m + nP
Contoh :
Andaikan persamaan permintaan karet alam di suatu kampong adalah Qd= 22000-2P dan penawarannya Qs= -3000+3P. Berapakah harga karet alam dan kuantitas karet yang diperjualbelikan?
Berdasarkan persamaan di atas, keseimbangan dalam pasar itu akan tercapai apabila :
Qd = Qs
22000-2P = -3000+3P
5P = 25000
P = 5000
Untuk menetukan kuantitas yang diperjualbelikan, Qd dan Qs pada harga keseimbangan perlu ditentukan.
Qd = 22000 – 2P
= 22000 – 2(5000)
= 22000 – 10000
= 12000
Qs = -3000 + 3P
= -3000 + 3 (5000)
= -3000 + 15000
= 12000
Beberapa Kasus Perubahan Keseimbangan
Perubahan-perubahan faktor-faktor lain di luar harga yang mempengaruhi permintaan atau penawaran akan menyebabkan perubahan keseimbangan. Terdapat empat kemungkinan perubahan/pergeseran kurva permintaan dan penawaran, yaitu :
• Permintaan bertambah ( kurva permintaan bergeser ke kanan).
• Permintaan berkurang (kurva permintaan bergeser ke kiri).
• Penawaran bertambah (kurva penawaran bergeser ke kanan).
• Penawaran berkurang (kurva penawaran bergeser ke kiri).
Masing-masing perubahan yang dinyatakan di atas dapat (i) berubah secara sendiri (yaitu hanya salah satu perubahan dari keempat kemungkinan itu yang berlaku), atau (ii) permintaan dan penawaran berubah secara serentak.dalam kasus (i) contohnya adalah permintaan saja atau penawaran saja yang bertambah. Dalam kasus (ii) contohnya adalah permintaan dan penawaran bertambah secara serentak. Berikut ini akibat dari masing-masing corak perubahan tersebut terhadap keseimbangan.
Perubahan Permintaan atau Penawaran
Untuk melihat bagaimana tiap-tiap perubahan permintaan atau penawaran akan mempengaruhi keadaan keseimbangan, dalam gambar di bawah ini ditunjukkan dua macam perubahan, yaitu :
• Pergeseran kurva permintaan ke sebelah kanan.
• Pergeseran kurva penawaran ke sebelah kanan.
a. Efek Pertambahan Permintaan
Pergeseran kurva permintaan ke kanan, yaitu dari DD menjadi D11D1, menggambarkan berlakunya pertambahan permintaan yaitu seperti ditunjukkan pada grafik di bawah ini. Perubahan ini menyebabkan keadaan keseimbangan pindah dari E menjadi E1. Perpindahan ini menunjukkan bahwa kenaikan permintaan menyebabkan harga naik dari P ke P 1 dan barang yang diperjualbelikan bertambah dari Q ke Q1.
b. Efek Pertambahan Penawaran
Dalam grafik di bawah ini ditunjukkan kurva penawaran bergeser dari SS menjadi S1S1 dan perubahan ini berarti penawaran telah bertambah. Kenaikan penawaran ini menyebabkan keadaan keseimbangan berubah dari E ke E1. Berarti harga turun dari P menjadi P1 dan jumlah barang yang diperjualbelikan bertambah dari Q menjadi Q1.
c. Kesimpulan
Berdasarkan kedua contoh di atas dapat diambil dua kesimpulan, yaitu (i) pengurangan permintaan (kurva permintaan bergeser ke kiri) menyebabkan harga turun dan jumlah barang yang diperjualbelikan berkurang, (ii) pengurangan penawaran (kurva penawaran bergeser ke kiri) menyebabkan harga naik dan jumlah barang yang diperjualbelikan berkurang.
Perubahan Serentak Permintaan dan Penawaran
Ada beberapa kemungkinan perubahan serentak permintaan dan penawaran yang dapat berlaku. Perubahan mungkin berlaku ke arah yang sama, yaitu sama-sama mengalami kenaikan atau sama-sama menurun. Tetapi mungkin pula berlaku ke arah yang bertentangan, yaitu misalnya permintaan turun tetapi penawaran bertambah atau permintaan bertambah tetapi penawaran turun. Tiap-tiap perubahan tersebut akan menimbulkan efek yang berbeda kepada perubahan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan.
Sebagai contoh dalam menganalisis perubahan serentak permintaan dan penawaran akan dimisalkan permintaan dan penawaran mengalami pertambahan. Akibat pertambahan ini terhadap harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan yang ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.
Awalnya permintaan masyarakat terhadap suatu barang ditunjukkan oleh kurva DD, sedangkan penawaran oleh para penjual ditunjukkan oleh kurva SS, sehingga keseimbangan dicapai di titik E dengan tingkat harga mencapai P dan jumlah barang yang diperjualbelikan adalah Q. pada masa selanjutnya penawaran bertambah menjadi S1S1 dan serentak dengan perubahan ini permintaan mengalami kenaikan dan sekarang menjadi D1D1. Dalam grafik digambarkan tingkat perubahan permintaan adalah lebih besar dari tingkat perubahan penawaran. Perubahan seperti itu mengakibatkan harga naik (dari P menjadi P1) dan jumlah barang yang diperjualbelikan bertambah dari Q menjadi Q1. Di samping itu terdapat dua kemungkinan berikut :
• Apabila pertambahan permintaan sama dengan pertambahan penawaran maka tingkat harga tidak berubah.
• Apabila pertambahan permintaan kurang dari pertambahan penawaran harga akan merosot.
Kedua keadaan ini ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.
Grafik (i) menunjukkan keadaan dimana pertambahan dalam permintaan adalah sama dengan pertambahan dalam penawaran. Perubahan ini menyebabkan harga tidak mengalami perubahan, yaitu tetap sebesar P. Grafik (ii) menunjukkan keadaan dimana perubahan penawaran melebihi perubahan permintaan. Perubahan seperti ini menyebabkan harga menurun, yaitu dari P menjadi P1.
Diposkan oleh PeE^weE~cY di 3/01/2011 10:58:00 PM
DASAR-DASAR TEORI PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN
DASAR-DASAR TEORI PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN
A. Permintaan (Demand)
Permintan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu.
Beberapa Penentuan Permintaan
Permintaan seseorang atau suatu masyarakat kepada suatu barang
ditentukan oleh faktor-faktor,diantaranya :
1. Harga barang itu sendiri (Px)
2. Harga barang lain ( Py)
3. Pendapatan konsumen (Inc)
4. Cita rasa (T)
5. Iklim (S)
6. Jumlah penduduk (Pop)
7. Ramalan masa yang akan datang (F)
Hukum Permintaan (the low of demand)
Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan :
“Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.”
(Qd = F. (Px, Py, Ine, T, S, Pop, F)
Daftar Permintaan
Daftar permintaan ialah suatu tabel yang memberi gambaran dalam angka-angka tentang hubungan antara harga dengan jumlah yang diminta masyarakat. Ia menggambarkan besarnya permintaan yang ada pada berbagai tingkat harga.
Kurva Permintaan
Kurva Permintaan dapat didefinisikan sebagai :
“Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli.”
Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah. Kurva yang demikian disebabkan oleh sifat hubungan antara harga dan jumlah yang diminta yang mempunyai sifat hubungan terbalik.
Contoh:
Pada kurva permintaan dibawah ini terdapat 7 titik yaitu P, Q,R,S,T,U,V. Masing-masing titik menggambarkan keadaan yang berbeda. Sebagai contoh, dalam tabel dibawah, keadaan P menggambarkan bahwa pada harga Rp. 5000 jumlah buku tulis yang akan dibeli adalah 200.
KEADAAN HARGA (RUPIAH) JUMLAH YANG DIMINTA (UNIT)
P 7000 200
Q 6000 400
R 5000 600
S 4000 800
T 3000 1000
U 2000 1200
V 1000 1400
Teori Permintaan
Dapat dinyatakan :
“Perbandingan lurus antara permintaan terhadap harganya yaitu apabila permintaan naik, maka harga relatif akan naik, sebaliknya bila permintaan turun, maka harga relatif akan turun.”
Permintaan Perseorangan dan Permintaan Pasar
Permintaan terhadap sesuatu barang dapat dilihat dari dua sudut, yaitu permintaan yang dilakukan oleh seorang dan permintaan yang dilakukan semua orang dalam pasar. Untuk memperoleh kurva permintaan pasar, kurva permintaan berbagai individu dalam pasar harus dijumlahkan.
. Efek Faktor Bukan Harga Terhadap Permintaan
Hukum permintaan terutama memperhatikan sifat hubungan antara harga sesuatu barang dengan jumlah barang yang diminta. Sedangkan dalam kenyataan sebenarnya—seperti sudah dinyatakan sebelum ini—banyaknya permintaan terhadap sesuatu barang juga ditentukan oleh banyak factor lain. Oleh sebab itu, untuk melengkapi analisis mengenai teori permintaan, adalah perlu untuk menganalisis bagaimana factor penting lainnya dapat mempengaruhi permintaan.
Faktor bukan harga tersebut antara lain:
1.Harga barang-barang lain
• Barang pengganti
Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan yang dapat digantikannya. Sekiranya harga barang pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan mengalami pengurangan dalam permintaan.
• Barang pelengkap
Apabila sesuatu barang selalu digunakan bersama dengan barang lainnya, maka barang tersebut dinamakan barang pelengkap kepada barang lain tersebut. Kenaikan atau penurunan permintaan terhadap barang pelengkap selalu sejalan dengan perubahan permintaan barang yang digenapinya.
• Barang netral
Apabila dua macam barang tidak mempunyai hubungan yang rapat maka perubahan terhadap permintaan salah satu barang tersebut tidak akan mempengaruhi permintaan barang lainnya. Barang seperti itu dinamakan barang netral.
2. Pendapatan Para Pembeli
Pendapatan para pembeli merupakan factor yang sangat penting dalam menentukan corak permintaan terhadap berbagai barang. Perubahan pendapatan selalu menimbulkan perubahan terhadap permintaan berbagai jenis barang. Berdasarkan sifat perubahan permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah, berbagai barang dapat dibedakan menjadi empat golongan yaitu
• Barang Inferior
Barang inferior adalah barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang berpendapatan rendah. Kalau pendapatan bertambah tinggi maka permintaan terhadap barang-barang yang tergolong barang inferior akan berkurang.
• Barang Esensial
Barang esensial adalah barang yang sangat penting artinya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Biasanya barang itu terdiri dari kebutuhan pokok masyarakat seperti makanan (beras, kopi dan gula) dan pakaian yang utama. Perbelanjaan seperti ini tidak berubah walaupun pendapatan meningkat/
• Barang Normal
Sesuatu barang dinamakan barang normal apabila ia mengalami kenaikan dalam permintaan sebagai akibat dari kenaikan pendapatan. Kebanyakan barang yang ada dalam masyarakat termasuk dalam golongan ini. Beberapa contohnya adalah pakaian, sepatu, berbagai jenis peralatan rumah tangga dan berbagai jenis makanan. Ada dua factor yang menyebabkan barang-barabg seperti itu permintaannya akan mengalami kenaikan kalau pendapatan para pembeli bertambah, yaitu:
a. Pertambahan pendapatan menambah kemampuan untuk membeli lebih banyak barang, dan
b. Pertambahan pendapatan memungkinkan para pembeli menukar konsumsi mereka dari barang yang kurang baik mutunya kepada baran-barang yang lebih baik.
• Barang Mewah
Jenis-jenis barang yang dibeli orang apabila pendapatan mereka sudah relative tinggi termasuk dalam golongan ini. Emas, intan, mobil sedan adalah beberapa contoh barang mewah. Selain itu, perabot dan hiasan rumah yang mahal adalah contoh lain. Biasanya barang-barang tersebut baru dibeli masyarakat setelah dapat memenuhi kebutuhan yang pokok seperti makanan, pakaian, dan perumahan.
3. Beberapa Faktor Lain
Beberapa factor lain yang cukup penting peranannya dalam mempengaruhi permintaan terhadap suatu barang adalah distribusi pendapatan, cita rasa, jumlah penduduk dan ekspektasi mengenai keadaan masa depan.
• Distribusi Pendapatan
Sejumlah pendapatan masyarakat yang tertentu akan menimbulkan corak permintaan masyarakat yang berbeda apabila pendapatan tersebut diubah corak distribusinya. Sekiranya pemerintah menaikkan pajak terhadap orang-orang kaya dan kemudian menggunakan hasil pajak ini untuk menaikkan pendapatan pekerja yang bergaji rendah maka corak permintaan terhadap berbagai barang akan mengalami perubahan. Barang-barang yang digunakan oleh orang-orang kaya akan berkurang permintaannya, tetapi sebaliknya barang-barang yang digunakan orang yang pendapatan rendah yang mengalami kenaikan pendapatan akan bertambah permintaanya. Misalnya, permintaan terhadap mobil mewah akan berkurang tetapi permintaan terhadap rumah harga murah akan bertambah.
• Cita Rasa Masyarakat
Cita rasa mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan masyarakat untuk membeli barang-barang. Pada tahun 1960-an sedikit sekali orang yang suka menggunakan mobil-mobil buatan Jepang. Tetapi semenjak tahun 1970-an suasananya sudah sangat berubah. Diberbagai Negara di sunia didapati mobi lbuatan Jepang semakin popular dan banyak digunakan orang. Akibatnya, permintaan terhadap mobil-mobil buatan Amerika dan Eropa sangat merosot. Contoh ini menggambarkan bagaimana perubahan cita rasa masyarakat dapat mempengaruhi permintaan berbagai jenis barang.
• Jumlah Penduduk
Pertambahan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan permintaan. Tetapi biasanya pertambahan penduduk diikuti oleh perkembangan dalam kesempatan kerja. Dengan demikian lebih banyak orang yang menerima pendapatan dan ini menambah daya beli dalam masyarakat. Pertambahan daya beli ini akan menambah permintaan.
• Ekspektasi Masa Depan
Perubahan-perubahan yang diramalkan mengenai keadaan pada masa yang akan dating dapat mempengaruhi permintaan. Ramalan para konsumen bahwa harga-harga akan menjadi bertambah tinggi pada masa depan akan mendorong mereka untuk membeli lebih banyak pada masa kini, untuk menghemat pengeluaran pada masa yang akan datang. Sebaliknya, ramalan bahwa lowongan kerja akan bertambah sukar diperoleh dan kegiatan ekonomi akan mengalami resesi, akan mendorong orang lebih berhemat dalam pengeluarannya dan mengurangi permintaan.
Gerakan sepanjang kurva permintaan
Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun. Kurva permintaan akan bergerak kekanan atau kekiri apabila terdapat perubahan – perubahan terhadap permintaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor bukan harga, sekiranya harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan itu akan menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri.
B. Penawaran (Supply)
Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat harga tertentu.
Penentuan – penentuan Penawaran
Keinginan para penjual dalam menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor. Yang tepenting adalah :
1. Harga barang itu sendiri
2. Harga barang lain
3. Biaya faktor produksi
4. Teknologi
5. Tujuan perusahaan
6. Ekspektasi (ramalan)
Hukum Penawaran
Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa : “Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.”
Daftar Penawaran
Daftar penawaran yang gambaran yang menunjukan jumlah penawaran pada berbagai tingkat harga.
Kurva Penawaran
Kurva penawaran dapat didefinisikan sebagai :
“Yaitu suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan”.
Seperti saat menganalisis kurva permintaan, dalam menganalisis kurva penawaran perlu dibedakan di antara dua pengertian yaitu; “penawaran” dan “jumlah barang yang ditawarkan”. Dalam analisis ekonomi, penawaran berarti keseluruhan kurva penawaran. Sedangkan jumlah barang yang ditawarkan berarti jumlah barang yang ditawarkan pada suatu tingkat harga tertentu. Pada kurva penawaran dibawah ini terdapat 7 titik yaitu P, Q,R,S,T,U,V. Masing-masing titik menggambarkan keadaan yang berbeda. Sebagai contoh, dalam tabel dibawah, keadaan P menggambarkan bahwa pada harga Rp. 1000 jumlah buku tulis yang akan dibeli adalah 200.
KEADAAN HARGA (RUPIAH) JUMLAH YANG DITAWARKAN (UNIT)
P 1000 200
Q 2000 400
R 3000 600
S 4000 800
T 5000 1000
U 6000 1200
V 7000 1400
Pada umumnya kurva penawaran menarik dari kiri bawah ke kanan atas. Berarti arah pergerakannya berlawanan dengan arah pergerakan kurva permintaan. Bentuk kurva penawaran bersifat seperti itu karena terdapat hubungan yang positif di antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan, yaitu makin tinggi harga, makin banyak jumlah yang ditawarkan.
Teori Penawaran
Yaitu teori yang menerangkan sifat penjual dalam menawarkan barang yang akan dijual.
Pengaruh Faktor Bukan Harga Terhadap Penawaran
1.Harga Barang Lain
Perhatikan contoh berikut. Oleh karena kenaikan biaya produksi di luar negeri maka buku tulis yang diimpor bertambah mahal harganya. Beberapa konsumen buku tulis impor sekarang lebih suka membeli buku tulis buatan dalam negeri dan menaikkan permintaan terhadapnya. Kenaikan permintaan ini akan memberi dorongan kepada produsen dalam negeri untuk menaikkan produksi dan penawaran buku tulis.
2.Biaya Untuk Memperoleh Factor Produksi
Pembayaran kepada factor-faktor produksi merupakan pengeluaran yang sangat penting dalam prosers produksi beberbagai perusahaan. Pengeluaran tersebut mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan biaya produksi. Tanpa adanya kenaikan produktifitas dan efisiensi, kenaikan harga factor-faktor produksi akan menaikkan biaya produksi. Di beberapa perusahaan kenaikkan pengeluaran untuk memperoleh factor-faktor produksi akan menyebabkan biaya produksi melebihi hasil penjualannya dan mereka mengalami kerugian. Ini dapat menimbulkan penutupan usaha tersebut dan jum lah penawaran barang menjadi berkurang.
3.Tujuan Perusahaan
Dalam teori ekonomi selalu dimisalkan perusahaan berusaha memaksimumkan keuntungan. Dengan pemisalan ini tiap perusahaan tidak berusaha untuk menggunakan kapasitas memproduksinya secara maksimal, tetapi akan menggunakannya pada tingkat kapasitas yang memaksimumkan keuntungannya. Dalam prakteknya perusahaan-perusahaan banyak yang mempunyai tujuan lain. Ada perusahaan yang tidak mau menanggung risiko dan untuk itu mereka melakukan kegiatan yang lebih selamat walaupun keuntungannya lebih kecil. Tujuan yang berbeda-beda tersebut menimbulkan efek yang berbeda terhadap penentuan tingkat produksi. Dengan demikian penawaran sesuatu barang akan berbeda sifatnya sekiranya terjadi perubahan dalam tujuan yang ingin dicapai perusahaan.
4.Tingkat Tekhnologi
Tingkat teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan banyaknya jumlah barang yang dapat ditawarkan. Kenaikan produksi dan perkembangan ekonomi yang pesat diberbagai Negara terutama disebabkan oleh penggunaan teknologi yang semakin modern. Kemajuan teknologi telah dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi produktivitas, mempertinggi mutu barang dan menciptakan barang-barang yang baru. Dalam hubungannya dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan 2 efek berikut: (1) Produksi dapat ditambah dengan lebih cepat, dan (2) Biaya produksi semakin murah. Dengan demikian keuntungan menjadi bertambah tinggi. Berdasarkan kepada kedua akibat ini, dapat disimpulkan bahwa kemajuan teknologi cendrung untuk menimbulkan kenaikan penawaran.
Gerakan sepanjang dan pergeseran kurva penawaran
Perubahan dalam jumlah yang ditawarkan dapat berlaku sebagai akibat dari pergeseran kurva penawaran.
C. Keseimbangan Pasar
Penentuan Harga dan Jumlah yang Diperjualbelikan
Untuk menganalisis mekanisme penentuan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan, secara serentak perlulah dianalisis permintaan dan penawaran terhadap sesuatu barang tertentu yang wujud di pasar.
Keadaan di suatu pasar dikatakan dalam keseimbangan atau ekuilibrium apabila jumlah yang ditawarkan para penjual pada suatu harga tertentu adalah sama dengan jumlah yang diminta para pembeli pada harga tersebut. Dengan demikian harga suatu barang dan jumlah barang yang diperjualbelikan dapat ditentukan dengan melihat keadaan keseimbangan dalam suatu pasar. Tiga cara dapat digunakan untuk menunjukkan keadaan keseimbangan tersebut, yaitu (i) dengan contoh yang menggunakan angka, (ii) dengan menggunakan kurva permintaan dan penawaran, dan (iii) menentukannya secara matematik.
Menentukan Keseimbangan Secara Angka
Pada tabel di bawah ini, dapat dibandingkan permintaan dan penawaran buku tulis pada berbagai tingkat harga. Terdapat tiga keadaan. Keadaan pertama adalah keadaan kelebihan penawaran, yaitu jumlah yang ditawarkan di pasar melebihi permintaan para pembeli. Keadaan kedua adalah keadaan dimana perintaan dan penawaran sama, yaitu pada harga tertentu jumlah yang ditawarkan para penjual sama dengan yang diinginkan pembeli. Keadaan ketiga adalah keadaan kelebihan permintaan, yaitu jumah yang diminta para pembeli melebihi dengan yang ditawarkan para penjual.
Pada saat kelebihan penawaran akan mendorong para penjual untuk menurunkan harga, sedangkan pada saat permintaan para pembeli tidak terpenuhi atau kelebihan permintaan menyebabkan para penjual menaikkan harga. Syarat untuk mencapai keadaan keseimbangan adalah “jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta”.
Contoh:
Harga (Rp) Jumlah yang diminta Jumlah yang ditawarkan Sifat interaksi
500 200 900 Kelebihan
400 400 800 Penawaran
300 600 600 Keseimbangan
200 900 375 Kelebihan
100 1300 100 Permintaan
Menentukan Keseimbangan Secara Grafik
Perhatikan kurva di bawah ini. Kurva DD menggambarkan permintaan buku tulis dan kurva SS menggambarkan penawaran buku tulis. Kurva ini digambar berdasarkan tabel di atas (menentukan keseimbangan secara angka). Pada harga melebihi dari Rp 3000 kurva penawaran berada di sebelah kanan kurva permintaan berarti penawaran melebihi permintaan. Keadaan ini tidak stabil dan harga akan mengalami penurunan. Pada harga kurang dari Rp 3000 kurva permintaan berada di sebelah kanan kurva penawaran berarti permintaan melebihi penawaran. Ketidakseimbangan ini menyebabkan harga tidak stabil, yaitu cenderung untuk mengalami kenaikan. Pada harga Rp 3000 kurva permintaan dan penawaran saling berpotongan yaitu di titik E. Perpotongan itu berarti permintaan sama dengan penawaran, dan dengan demikian keadaan keseimbangan tercapai.
Menentukan Keadaan Keseimbangan Secara Matematik
Sebelum kita menentukan keseimbangan, kita harus memahami persamaan permintaan dan penawaran. Bentuk umum kedua persamaan tersebut adalah :
• Persamaan permintaan
Qd = c – dP
• Persamaan penawaran
Qs = -m + nP
Dimana :
c adalah suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang diminta apabila tingkat harga adalah 0. Nilai c selalu positif.
d adalah kecondongan kurva permintaan. Nilainya selalu negatif (-d) karena kurva permintaan menurun dari kiri ke kanan.
m adalah suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang ditawarkan apabila tingkat harga adalah 0. Biasanya nilai m adalah negatif (-m).
n adalah kecondongan kurva penawaran. Nilainya selalu positif karena kurva penawaran naik dari kiri ke kanan.
Qd adalah kuantitas yang diminta, Qs adalah kuantitas yang ditawarkan dan P adalah tingkat harga.
Secara matematik, syarat keseimbangan adalah :
Qd = Qs
atau
c – dP = -m + nP
Contoh :
Andaikan persamaan permintaan karet alam di suatu kampong adalah Qd= 22000-2P dan penawarannya Qs= -3000+3P. Berapakah harga karet alam dan kuantitas karet yang diperjualbelikan?
Berdasarkan persamaan di atas, keseimbangan dalam pasar itu akan tercapai apabila :
Qd = Qs
22000-2P = -3000+3P
5P = 25000
P = 5000
Untuk menetukan kuantitas yang diperjualbelikan, Qd dan Qs pada harga keseimbangan perlu ditentukan.
Qd = 22000 – 2P
= 22000 – 2(5000)
= 22000 – 10000
= 12000
Qs = -3000 + 3P
= -3000 + 3 (5000)
= -3000 + 15000
= 12000
Beberapa Kasus Perubahan Keseimbangan
Perubahan-perubahan faktor-faktor lain di luar harga yang mempengaruhi permintaan atau penawaran akan menyebabkan perubahan keseimbangan. Terdapat empat kemungkinan perubahan/pergeseran kurva permintaan dan penawaran, yaitu :
• Permintaan bertambah ( kurva permintaan bergeser ke kanan).
• Permintaan berkurang (kurva permintaan bergeser ke kiri).
• Penawaran bertambah (kurva penawaran bergeser ke kanan).
• Penawaran berkurang (kurva penawaran bergeser ke kiri).
Masing-masing perubahan yang dinyatakan di atas dapat (i) berubah secara sendiri (yaitu hanya salah satu perubahan dari keempat kemungkinan itu yang berlaku), atau (ii) permintaan dan penawaran berubah secara serentak.dalam kasus (i) contohnya adalah permintaan saja atau penawaran saja yang bertambah. Dalam kasus (ii) contohnya adalah permintaan dan penawaran bertambah secara serentak. Berikut ini akibat dari masing-masing corak perubahan tersebut terhadap keseimbangan.
Perubahan Permintaan atau Penawaran
Untuk melihat bagaimana tiap-tiap perubahan permintaan atau penawaran akan mempengaruhi keadaan keseimbangan, dalam gambar di bawah ini ditunjukkan dua macam perubahan, yaitu :
• Pergeseran kurva permintaan ke sebelah kanan.
• Pergeseran kurva penawaran ke sebelah kanan.
a. Efek Pertambahan Permintaan
Pergeseran kurva permintaan ke kanan, yaitu dari DD menjadi D11D1, menggambarkan berlakunya pertambahan permintaan yaitu seperti ditunjukkan pada grafik di bawah ini. Perubahan ini menyebabkan keadaan keseimbangan pindah dari E menjadi E1. Perpindahan ini menunjukkan bahwa kenaikan permintaan menyebabkan harga naik dari P ke P 1 dan barang yang diperjualbelikan bertambah dari Q ke Q1.
b. Efek Pertambahan Penawaran
Dalam grafik di bawah ini ditunjukkan kurva penawaran bergeser dari SS menjadi S1S1 dan perubahan ini berarti penawaran telah bertambah. Kenaikan penawaran ini menyebabkan keadaan keseimbangan berubah dari E ke E1. Berarti harga turun dari P menjadi P1 dan jumlah barang yang diperjualbelikan bertambah dari Q menjadi Q1.
c. Kesimpulan
Berdasarkan kedua contoh di atas dapat diambil dua kesimpulan, yaitu (i) pengurangan permintaan (kurva permintaan bergeser ke kiri) menyebabkan harga turun dan jumlah barang yang diperjualbelikan berkurang, (ii) pengurangan penawaran (kurva penawaran bergeser ke kiri) menyebabkan harga naik dan jumlah barang yang diperjualbelikan berkurang.
Perubahan Serentak Permintaan dan Penawaran
Ada beberapa kemungkinan perubahan serentak permintaan dan penawaran yang dapat berlaku. Perubahan mungkin berlaku ke arah yang sama, yaitu sama-sama mengalami kenaikan atau sama-sama menurun. Tetapi mungkin pula berlaku ke arah yang bertentangan, yaitu misalnya permintaan turun tetapi penawaran bertambah atau permintaan bertambah tetapi penawaran turun. Tiap-tiap perubahan tersebut akan menimbulkan efek yang berbeda kepada perubahan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan.
Sebagai contoh dalam menganalisis perubahan serentak permintaan dan penawaran akan dimisalkan permintaan dan penawaran mengalami pertambahan. Akibat pertambahan ini terhadap harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan yang ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.
Awalnya permintaan masyarakat terhadap suatu barang ditunjukkan oleh kurva DD, sedangkan penawaran oleh para penjual ditunjukkan oleh kurva SS, sehingga keseimbangan dicapai di titik E dengan tingkat harga mencapai P dan jumlah barang yang diperjualbelikan adalah Q. pada masa selanjutnya penawaran bertambah menjadi S1S1 dan serentak dengan perubahan ini permintaan mengalami kenaikan dan sekarang menjadi D1D1. Dalam grafik digambarkan tingkat perubahan permintaan adalah lebih besar dari tingkat perubahan penawaran. Perubahan seperti itu mengakibatkan harga naik (dari P menjadi P1) dan jumlah barang yang diperjualbelikan bertambah dari Q menjadi Q1. Di samping itu terdapat dua kemungkinan berikut :
• Apabila pertambahan permintaan sama dengan pertambahan penawaran maka tingkat harga tidak berubah.
• Apabila pertambahan permintaan kurang dari pertambahan penawaran harga akan merosot.
Kedua keadaan ini ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.
Grafik (i) menunjukkan keadaan dimana pertambahan dalam permintaan adalah sama dengan pertambahan dalam penawaran. Perubahan ini menyebabkan harga tidak mengalami perubahan, yaitu tetap sebesar P. Grafik (ii) menunjukkan keadaan dimana perubahan penawaran melebihi perubahan permintaan. Perubahan seperti ini menyebabkan harga menurun, yaitu dari P menjadi P1.
Diposkan oleh PeE^weE~cY di 3/01/2011 10:58:00 PM
Beli Avanza Cash Dengan Cabe Kopay
http://www.sumbarprov.go.id/detail_artikel.php?id=114
Sebuah mobil baru merk avansa kini nangkring digarasenya. Mobil yang masih putih nomornya itu baru beberapa minggu dibeli. Tidak main-main, mobil keluarga seharga Rp. 159 juta tidak dibeli dengan kredit , namun dibayar tunai ke dealer.
Bagi petani biasa membeli mobil mungkin sangat jarang, kalau dikatakan tidak mungkin. Hanya petani-petani tertentu yang mampu membeli mobil, apalagi dengan sistim tunai seperti yang dilakukan Masrial. Kalaupun bisa, kalau tidak dikarenakan dia memiliki lahan yang luas, pasti petani itu punya usaha lain yang menjadi sumber penghasilannya.
Namun tidak buat Masrial, 42thn, sama dengan petani-petani lain di Sumbar, bapak tiga orang anak ini juga tidak punya lahan yang luas. Kalaupun ada, lahan yang dipunyai nya hanya kurang dari 1/5 ha atau seluas 2000 m 2. Dia juga tidak mempunyai usaha sampingan yang mampu menghasilkan uang banyak. Sebagai usaha samping, dia itu memasarkan gula merah yang omset penjualannya juga tidak banyak.
Tetapi, berbeda dengan petani lain, dia memiliki satu usaha pertanian yang mampu menghasilkan keuntungan yang besar. Ya, berkat ketekunan bertanam cabe, khususnya, cabe jenis kopay, cabe yang memiliki keunggulan dibanding cabe lain karena panjang , semua impian petani itu dapat dia punyai. Rumah permanen, mobil, motor, itu sudah dia miliki. 'Semua ini saya dapat dari bertanam cabe, ucapnya.Melihat hasil dari bertanam cabe, khususnya cabe kopay, sangat wajar kiranya Bapak tiga orang putra ini mampu membeli mobil. Dia mengaku, modal bertanam cabe untuk satu lubang atau satu batang hanya Rp 3.000. Sementara, dari satu lubang atau satu batang cabe, kalau cabe tersebut tumbuh subur, mampu menghasilkan 1,5 kg cabe. Bila satu kg cabe harga mencapai Rp 20.000 maka keuntungan yang dapat bisa empat sampai lima kali lipat.Bayangkan saja, kalau seorang petani bertanam 3000 batang cabe, maka setiap kali bertanam cabe, modal yang dia keluarkan sebesar 9 juta rupiah dengan hasil yang dia dapat mencapai 4,5 ton. Bila dikalikan Rp 20.000 maka penjualan mencapai Rp. 100 juta, Berarti keuntungan mencapai 90 juta. Tak heran, kalau seorang petani cabe mampu membeli mobil baru.'Kuncinya bertanam cabe adalah keseriusan dalam melakukan perawatan, ditambah dengan memahami kulture teknis cabe, terutama dalam mengolah lahan, ' ucap Masrial yang juga ketua STA Tunas Baru ini.
Sedang Panen
Ketika mengunjungi Masrial baru-baru ini kebetulan saat itu sedang panen cabe. Total jumlah tanaman cabe yang dibudidayakannya saat itu sebanyak 3.500 batang atau lubang. Saat itu, katanya, dia sudah panen yang kedua belas kalinya dengan dua kali panen dalam seminggu.
Pada panen yang kesebelas dan duabelas itu , ucapnya dia mampu mengambil cabe sebanyak 340 kg. Padahal, ketika itu belum panen puncak yang menurutnya bisa terjadi pada panen yang keempat belas. 'Puncak panen cabe kopay kalau sebanyak yang saya tanam ini bisa 360 kg,' ucap Pria yang pernah mampu panen cabe sekali tanam sebanyak 40 kali semusim tanam. Dengan harga cabe yang kini mencapai Rp 25.000, setiap kali panen dia menghasilkan uang sekitar Rp. 7 juta.
Dengan pendapatan sebanyak itu tak heran, dia kemudian bisa mengumpulkan uang sehingga bisa membeli mobil secara cash. Apalagi sejak memulai bertanam cabe tahun 2002, sampai sekarang, pria beranak empat tidak pernah berhenti bertanam.
(Dinas Pertanian)
Sebuah mobil baru merk avansa kini nangkring digarasenya. Mobil yang masih putih nomornya itu baru beberapa minggu dibeli. Tidak main-main, mobil keluarga seharga Rp. 159 juta tidak dibeli dengan kredit , namun dibayar tunai ke dealer.
Bagi petani biasa membeli mobil mungkin sangat jarang, kalau dikatakan tidak mungkin. Hanya petani-petani tertentu yang mampu membeli mobil, apalagi dengan sistim tunai seperti yang dilakukan Masrial. Kalaupun bisa, kalau tidak dikarenakan dia memiliki lahan yang luas, pasti petani itu punya usaha lain yang menjadi sumber penghasilannya.
Namun tidak buat Masrial, 42thn, sama dengan petani-petani lain di Sumbar, bapak tiga orang anak ini juga tidak punya lahan yang luas. Kalaupun ada, lahan yang dipunyai nya hanya kurang dari 1/5 ha atau seluas 2000 m 2. Dia juga tidak mempunyai usaha sampingan yang mampu menghasilkan uang banyak. Sebagai usaha samping, dia itu memasarkan gula merah yang omset penjualannya juga tidak banyak.
Tetapi, berbeda dengan petani lain, dia memiliki satu usaha pertanian yang mampu menghasilkan keuntungan yang besar. Ya, berkat ketekunan bertanam cabe, khususnya, cabe jenis kopay, cabe yang memiliki keunggulan dibanding cabe lain karena panjang , semua impian petani itu dapat dia punyai. Rumah permanen, mobil, motor, itu sudah dia miliki. 'Semua ini saya dapat dari bertanam cabe, ucapnya.Melihat hasil dari bertanam cabe, khususnya cabe kopay, sangat wajar kiranya Bapak tiga orang putra ini mampu membeli mobil. Dia mengaku, modal bertanam cabe untuk satu lubang atau satu batang hanya Rp 3.000. Sementara, dari satu lubang atau satu batang cabe, kalau cabe tersebut tumbuh subur, mampu menghasilkan 1,5 kg cabe. Bila satu kg cabe harga mencapai Rp 20.000 maka keuntungan yang dapat bisa empat sampai lima kali lipat.Bayangkan saja, kalau seorang petani bertanam 3000 batang cabe, maka setiap kali bertanam cabe, modal yang dia keluarkan sebesar 9 juta rupiah dengan hasil yang dia dapat mencapai 4,5 ton. Bila dikalikan Rp 20.000 maka penjualan mencapai Rp. 100 juta, Berarti keuntungan mencapai 90 juta. Tak heran, kalau seorang petani cabe mampu membeli mobil baru.'Kuncinya bertanam cabe adalah keseriusan dalam melakukan perawatan, ditambah dengan memahami kulture teknis cabe, terutama dalam mengolah lahan, ' ucap Masrial yang juga ketua STA Tunas Baru ini.
Sedang Panen
Ketika mengunjungi Masrial baru-baru ini kebetulan saat itu sedang panen cabe. Total jumlah tanaman cabe yang dibudidayakannya saat itu sebanyak 3.500 batang atau lubang. Saat itu, katanya, dia sudah panen yang kedua belas kalinya dengan dua kali panen dalam seminggu.
Pada panen yang kesebelas dan duabelas itu , ucapnya dia mampu mengambil cabe sebanyak 340 kg. Padahal, ketika itu belum panen puncak yang menurutnya bisa terjadi pada panen yang keempat belas. 'Puncak panen cabe kopay kalau sebanyak yang saya tanam ini bisa 360 kg,' ucap Pria yang pernah mampu panen cabe sekali tanam sebanyak 40 kali semusim tanam. Dengan harga cabe yang kini mencapai Rp 25.000, setiap kali panen dia menghasilkan uang sekitar Rp. 7 juta.
Dengan pendapatan sebanyak itu tak heran, dia kemudian bisa mengumpulkan uang sehingga bisa membeli mobil secara cash. Apalagi sejak memulai bertanam cabe tahun 2002, sampai sekarang, pria beranak empat tidak pernah berhenti bertanam.
(Dinas Pertanian)
Masril Koto: Pendiri Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani dan Konsultan Perusahaan Belanda yang Tidak Lulus SD
http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/06/29/masril-koto-pendiri-lembaga-keuangan-mikro-agribisnis-lkma-prima-tani-dan-konsultan-perusahaan-belanda-yang-tidak-lulus-sd/
Juni 29, 2010
tags: Anton Apriyantono, bank petani, Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani, LKMA, Lumbung Pangan Rakyat, Masril Koto, pengembangan usaha agribisnis pedesaan, PUAP, Rumzi Sutan, sekolah lapangan
oleh indonesiaproud
Masril Koto adalah pendobrak kebekuan fungsi intermediasi industri perbankan di bidang pertanian. Bersama para rekannya, petani yang tak tamat sekolah dasar itu mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 2007.
LKMA Prima Tani di Nagari Koto Tinggi itu menjadi cikal bakal program pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) nasional. Kini, lebih dari 300 unit LKMA telah berdiri di seantero Sumbar atas dorongannya.
Setiap hari, Masril berkeliling ke beberapa wilayah Sumbar dengan sepeda motor keluaran tahun 1997, yang disebutnya suka ”agak berulah sedikit” hingga kadang masuk-keluar bengkel.
Akibat sering berkeliling, Masril relatif sulit ”ditangkap”. Selama singgah dari satu tempat ke tempat lain itu, atas undangan kelompok tani, Masril selalu memotivasi agar LKMA didirikan sebagai solusi permodalan petani. Maka, dalam ranselnya tersimpan aneka perlengkapan penunjang aktivitas, seperti spidol, beragam contoh dokumen pendukung pendirian dan operasional LKMA, serta laptop.
”Laptop ini hadiah dari (ekonom) Faisal Basri, waktu kami undang ke Agam melihat LKMA,” kata Masril, yang mengaku bermodal keberanian untuk berhubungan dengan banyak orang. Segudang pengalaman dan orang dia temui dalam perjalanan yang menghabiskan biaya Rp 500.000 per bulan itu.
Perjalanan tersebut juga membuat dia jarang berkumpul dengan keluarga. Dalam sebulan hanya dua hari ia bersama istri dan anaknya di Nagari Tabek Panjang, Baso, Agam. Selebihnya, mereka berkomunikasi lewat telepon.
Proses panjang perjuangan Masril mendirikan LKMA diawali pada 2003. Sebagai petani, ia menanam padi serta membudidayakan jagung dan ubi jalar. Waktu itu ia ingin beralih menjadi petambak lele. Sampai suatu hari, ia bertemu seniman-petani Rumzi Sutan yang mendendangkannya lagu tentang cita-cita kemandirian petani.
Sejak itulah Masril bertekad memajukan petani. Ia lalu mengikuti sekolah lapangan (SL) petani dari Dinas Pertanian Sumbar di Nagari Tabek Panjang, Baso, Agam. Di sekolah lapangan itu, ia tersadar bahwa persoalan utama petani adalah permodalan. Hal ini tak bisa dipecahkan industri perbankan. Maka, tercetus ide untuk membuat bank petani, demi memenuhi kebutuhan mereka.
Di benak para petani pun relatif alergi terhadap pendirian koperasi. Jadilah ide Masril tak bersambut. ”Berdasarkan rapat evaluasi dan pengalaman kami selama ini, koperasi hanya menguntungkan para ketuanya,” ujar anak pertama dari delapan bersaudara ini.
Seusai mengikuti sekolah lapangan, ia mengumpulkan sejumlah rekan dan membentuk tim beranggotakan lima orang. Tugasnya, mencari tahu seluk-beluk pendirian bank petani. Tim itu dibekali dana pencarian informasi Rp 600.000. Mereka menemui para mantan pegawai bank, dinas terkait, dan mendatangi bank-bank umum.
”Saya ke (Kota) Bukittinggi mendatangi bank yang ada. Saya bilang ingin membuat bank, bisakah diberi pelatihan,” cerita Masril, yang dijawab para bankir itu, ”tak mungkin”.
Tahun 2006 mereka ke Padang guna mengikuti diskusi dari Yayasan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (AFTA). Saat itu sisa dana pencarian informasi Rp 150.000, masih dipotong uang bukti pelanggaran (tilang) lalu lintas Rp 40.000 gara-gara salah membaca rambu lalu lintas.
Dalam diskusi yang dihadiri pejabat Bank Indonesia itu, Masril diberi tahu bahwa dana perbankan cukup banyak. Dana itu bisa dimanfaatkan untuk modal kelompok tani.
”Saya bilang, kami ingin modal itu untuk membuat bank. Saya tanya caranya,” kata Masril, yang diyakinkan bisa mendirikan LKMA. Sejak itu dia rajin membaca buah pikiran Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Prof Mubyarto.
Modal mendirikan LKMA diperoleh lewat penjualan saham Rp 100.000 per lembar kepada ratusan petani. Setelah modal diperoleh, muncul masalah pembukuan. Mereka lalu mengikuti pelatihan konsultan dari Yogyakarta.
”Waktu itu ada LKMA di Kabupaten Pasaman yang sudah berdiri. Sewaktu kami mau belajar, ternyata harus membayar. Jadilah kami belajar langsung dari ahlinya,” kata Masril yang tak memungut uang jasa setiap kali berbagi pengalaman tentang LKMA.
Beragam produk tabungan atau pinjaman berbasis kebutuhan langsung petani secara spesifik ditelurkan LKMA, seperti tabungan ibu hamil, tabungan pajak motor untuk pengojek, dan tabungan pendidikan anak.
Tahun 2007, Menteri Pertanian Anton Apriyantono meresmikan LKMA Prima Tani. Ia tercenung mendengar cerita Masril. ”Kalau Pak Menteri bikin seperti yang saya lakukan, tentu hasilnya lebih cepat bagi petani,” ceritanya tentang pertemuan itu. Setelah itu, pemerintah meluncurkan program PUAP.
Perjuangan Masril bukan tanpa hambatan. Berbagai cibiran pun datang, juga dari keluarga. ”Kepada istri saya katakan, jika kita ikhlas mengerjakan sesuatu, Insya Allah ada balasannya,” kata Masril.
Hal itu terbukti. Tahun 2008 ia dikontrak perusahaan Jepang dengan gaji Rp 2,5 juta per bulan. Kini, ia menjadi konsultan perusahaan Belanda bergaji Rp 3,5 juta sebulan.
Masril bertahan memajukan petani sebab ia tak ingin mereka terus-menerus dieksploitasi, terutama saat menjelang pemilihan umum. Kini, ia menyiapkan pembentukan lembaga bernama Lumbung Pangan Rakyat. Targetnya, mengganti peran Bulog yang tak bertugas menurut fungsi yang diamanatkan.
”Lumbung Pangan Rakyat sudah saya uji coba, tetapi masih memerlukan penyempurnaan. Tunggu saja, petani sudah punya kelompok tani sebagai ’perusahaan’, LKMA sebagai ’bank’, dan Lumbung Pangan Rakyat sebagai ’Bulog’-nya,” kata Masril bersemangat.
Sumber: Kompas
Juni 29, 2010
tags: Anton Apriyantono, bank petani, Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani, LKMA, Lumbung Pangan Rakyat, Masril Koto, pengembangan usaha agribisnis pedesaan, PUAP, Rumzi Sutan, sekolah lapangan
oleh indonesiaproud
Masril Koto adalah pendobrak kebekuan fungsi intermediasi industri perbankan di bidang pertanian. Bersama para rekannya, petani yang tak tamat sekolah dasar itu mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 2007.
LKMA Prima Tani di Nagari Koto Tinggi itu menjadi cikal bakal program pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) nasional. Kini, lebih dari 300 unit LKMA telah berdiri di seantero Sumbar atas dorongannya.
Setiap hari, Masril berkeliling ke beberapa wilayah Sumbar dengan sepeda motor keluaran tahun 1997, yang disebutnya suka ”agak berulah sedikit” hingga kadang masuk-keluar bengkel.
Akibat sering berkeliling, Masril relatif sulit ”ditangkap”. Selama singgah dari satu tempat ke tempat lain itu, atas undangan kelompok tani, Masril selalu memotivasi agar LKMA didirikan sebagai solusi permodalan petani. Maka, dalam ranselnya tersimpan aneka perlengkapan penunjang aktivitas, seperti spidol, beragam contoh dokumen pendukung pendirian dan operasional LKMA, serta laptop.
”Laptop ini hadiah dari (ekonom) Faisal Basri, waktu kami undang ke Agam melihat LKMA,” kata Masril, yang mengaku bermodal keberanian untuk berhubungan dengan banyak orang. Segudang pengalaman dan orang dia temui dalam perjalanan yang menghabiskan biaya Rp 500.000 per bulan itu.
Perjalanan tersebut juga membuat dia jarang berkumpul dengan keluarga. Dalam sebulan hanya dua hari ia bersama istri dan anaknya di Nagari Tabek Panjang, Baso, Agam. Selebihnya, mereka berkomunikasi lewat telepon.
Proses panjang perjuangan Masril mendirikan LKMA diawali pada 2003. Sebagai petani, ia menanam padi serta membudidayakan jagung dan ubi jalar. Waktu itu ia ingin beralih menjadi petambak lele. Sampai suatu hari, ia bertemu seniman-petani Rumzi Sutan yang mendendangkannya lagu tentang cita-cita kemandirian petani.
Sejak itulah Masril bertekad memajukan petani. Ia lalu mengikuti sekolah lapangan (SL) petani dari Dinas Pertanian Sumbar di Nagari Tabek Panjang, Baso, Agam. Di sekolah lapangan itu, ia tersadar bahwa persoalan utama petani adalah permodalan. Hal ini tak bisa dipecahkan industri perbankan. Maka, tercetus ide untuk membuat bank petani, demi memenuhi kebutuhan mereka.
Di benak para petani pun relatif alergi terhadap pendirian koperasi. Jadilah ide Masril tak bersambut. ”Berdasarkan rapat evaluasi dan pengalaman kami selama ini, koperasi hanya menguntungkan para ketuanya,” ujar anak pertama dari delapan bersaudara ini.
Seusai mengikuti sekolah lapangan, ia mengumpulkan sejumlah rekan dan membentuk tim beranggotakan lima orang. Tugasnya, mencari tahu seluk-beluk pendirian bank petani. Tim itu dibekali dana pencarian informasi Rp 600.000. Mereka menemui para mantan pegawai bank, dinas terkait, dan mendatangi bank-bank umum.
”Saya ke (Kota) Bukittinggi mendatangi bank yang ada. Saya bilang ingin membuat bank, bisakah diberi pelatihan,” cerita Masril, yang dijawab para bankir itu, ”tak mungkin”.
Tahun 2006 mereka ke Padang guna mengikuti diskusi dari Yayasan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (AFTA). Saat itu sisa dana pencarian informasi Rp 150.000, masih dipotong uang bukti pelanggaran (tilang) lalu lintas Rp 40.000 gara-gara salah membaca rambu lalu lintas.
Dalam diskusi yang dihadiri pejabat Bank Indonesia itu, Masril diberi tahu bahwa dana perbankan cukup banyak. Dana itu bisa dimanfaatkan untuk modal kelompok tani.
”Saya bilang, kami ingin modal itu untuk membuat bank. Saya tanya caranya,” kata Masril, yang diyakinkan bisa mendirikan LKMA. Sejak itu dia rajin membaca buah pikiran Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Prof Mubyarto.
Modal mendirikan LKMA diperoleh lewat penjualan saham Rp 100.000 per lembar kepada ratusan petani. Setelah modal diperoleh, muncul masalah pembukuan. Mereka lalu mengikuti pelatihan konsultan dari Yogyakarta.
”Waktu itu ada LKMA di Kabupaten Pasaman yang sudah berdiri. Sewaktu kami mau belajar, ternyata harus membayar. Jadilah kami belajar langsung dari ahlinya,” kata Masril yang tak memungut uang jasa setiap kali berbagi pengalaman tentang LKMA.
Beragam produk tabungan atau pinjaman berbasis kebutuhan langsung petani secara spesifik ditelurkan LKMA, seperti tabungan ibu hamil, tabungan pajak motor untuk pengojek, dan tabungan pendidikan anak.
Tahun 2007, Menteri Pertanian Anton Apriyantono meresmikan LKMA Prima Tani. Ia tercenung mendengar cerita Masril. ”Kalau Pak Menteri bikin seperti yang saya lakukan, tentu hasilnya lebih cepat bagi petani,” ceritanya tentang pertemuan itu. Setelah itu, pemerintah meluncurkan program PUAP.
Perjuangan Masril bukan tanpa hambatan. Berbagai cibiran pun datang, juga dari keluarga. ”Kepada istri saya katakan, jika kita ikhlas mengerjakan sesuatu, Insya Allah ada balasannya,” kata Masril.
Hal itu terbukti. Tahun 2008 ia dikontrak perusahaan Jepang dengan gaji Rp 2,5 juta per bulan. Kini, ia menjadi konsultan perusahaan Belanda bergaji Rp 3,5 juta sebulan.
Masril bertahan memajukan petani sebab ia tak ingin mereka terus-menerus dieksploitasi, terutama saat menjelang pemilihan umum. Kini, ia menyiapkan pembentukan lembaga bernama Lumbung Pangan Rakyat. Targetnya, mengganti peran Bulog yang tak bertugas menurut fungsi yang diamanatkan.
”Lumbung Pangan Rakyat sudah saya uji coba, tetapi masih memerlukan penyempurnaan. Tunggu saja, petani sudah punya kelompok tani sebagai ’perusahaan’, LKMA sebagai ’bank’, dan Lumbung Pangan Rakyat sebagai ’Bulog’-nya,” kata Masril bersemangat.
Sumber: Kompas
Selasa, 01 Maret 2011
DASAR-DASAR TEORI PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN
DASAR-DASAR TEORI PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN
A. Permintaan (Demand)
Permintan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu.
Beberapa Penentuan Permintaan
Permintaan seseorang atau suatu masyarakat kepada suatu barang
ditentukan oleh faktor-faktor,diantaranya :
1. Harga barang itu sendiri (Px)
2. Harga barang lain ( Py)
3. Pendapatan konsumen (Inc)
4. Cita rasa (T)
5. Iklim (S)
6. Jumlah penduduk (Pop)
7. Ramalan masa yang akan datang (F)
Hukum Permintaan (the low of demand)
Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan :
“Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.”
(Qd = F. (Px, Py, Ine, T, S, Pop, F)
Daftar Permintaan
Daftar permintaan ialah suatu tabel yang memberi gambaran dalam angka-angka tentang hubungan antara harga dengan jumlah yang diminta masyarakat. Ia menggambarkan besarnya permintaan yang ada pada berbagai tingkat harga.
Kurva Permintaan
Kurva Permintaan dapat didefinisikan sebagai :
“Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli.”
Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah. Kurva yang demikian disebabkan oleh sifat hubungan antara harga dan jumlah yang diminta yang mempunyai sifat hubungan terbalik.
Contoh:
Pada kurva permintaan dibawah ini terdapat 7 titik yaitu P, Q,R,S,T,U,V. Masing-masing titik menggambarkan keadaan yang berbeda. Sebagai contoh, dalam tabel dibawah, keadaan P menggambarkan bahwa pada harga Rp. 5000 jumlah buku tulis yang akan dibeli adalah 200.
KEADAAN HARGA (RUPIAH) JUMLAH YANG DIMINTA (UNIT)
P 7000 200
Q 6000 400
R 5000 600
S 4000 800
T 3000 1000
U 2000 1200
V 1000 1400
Teori Permintaan
Dapat dinyatakan :
“Perbandingan lurus antara permintaan terhadap harganya yaitu apabila permintaan naik, maka harga relatif akan naik, sebaliknya bila permintaan turun, maka harga relatif akan turun.”
Permintaan Perseorangan dan Permintaan Pasar
Permintaan terhadap sesuatu barang dapat dilihat dari dua sudut, yaitu permintaan yang dilakukan oleh seorang dan permintaan yang dilakukan semua orang dalam pasar. Untuk memperoleh kurva permintaan pasar, kurva permintaan berbagai individu dalam pasar harus dijumlahkan.
. Efek Faktor Bukan Harga Terhadap Permintaan
Hukum permintaan terutama memperhatikan sifat hubungan antara harga sesuatu barang dengan jumlah barang yang diminta. Sedangkan dalam kenyataan sebenarnya—seperti sudah dinyatakan sebelum ini—banyaknya permintaan terhadap sesuatu barang juga ditentukan oleh banyak factor lain. Oleh sebab itu, untuk melengkapi analisis mengenai teori permintaan, adalah perlu untuk menganalisis bagaimana factor penting lainnya dapat mempengaruhi permintaan.
Faktor bukan harga tersebut antara lain:
1.Harga barang-barang lain
• Barang pengganti
Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan yang dapat digantikannya. Sekiranya harga barang pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan mengalami pengurangan dalam permintaan.
• Barang pelengkap
Apabila sesuatu barang selalu digunakan bersama dengan barang lainnya, maka barang tersebut dinamakan barang pelengkap kepada barang lain tersebut. Kenaikan atau penurunan permintaan terhadap barang pelengkap selalu sejalan dengan perubahan permintaan barang yang digenapinya.
• Barang netral
Apabila dua macam barang tidak mempunyai hubungan yang rapat maka perubahan terhadap permintaan salah satu barang tersebut tidak akan mempengaruhi permintaan barang lainnya. Barang seperti itu dinamakan barang netral.
2. Pendapatan Para Pembeli
Pendapatan para pembeli merupakan factor yang sangat penting dalam menentukan corak permintaan terhadap berbagai barang. Perubahan pendapatan selalu menimbulkan perubahan terhadap permintaan berbagai jenis barang. Berdasarkan sifat perubahan permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah, berbagai barang dapat dibedakan menjadi empat golongan yaitu
• Barang Inferior
Barang inferior adalah barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang berpendapatan rendah. Kalau pendapatan bertambah tinggi maka permintaan terhadap barang-barang yang tergolong barang inferior akan berkurang.
• Barang Esensial
Barang esensial adalah barang yang sangat penting artinya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Biasanya barang itu terdiri dari kebutuhan pokok masyarakat seperti makanan (beras, kopi dan gula) dan pakaian yang utama. Perbelanjaan seperti ini tidak berubah walaupun pendapatan meningkat/
• Barang Normal
Sesuatu barang dinamakan barang normal apabila ia mengalami kenaikan dalam permintaan sebagai akibat dari kenaikan pendapatan. Kebanyakan barang yang ada dalam masyarakat termasuk dalam golongan ini. Beberapa contohnya adalah pakaian, sepatu, berbagai jenis peralatan rumah tangga dan berbagai jenis makanan. Ada dua factor yang menyebabkan barang-barabg seperti itu permintaannya akan mengalami kenaikan kalau pendapatan para pembeli bertambah, yaitu:
a. Pertambahan pendapatan menambah kemampuan untuk membeli lebih banyak barang, dan
b. Pertambahan pendapatan memungkinkan para pembeli menukar konsumsi mereka dari barang yang kurang baik mutunya kepada baran-barang yang lebih baik.
• Barang Mewah
Jenis-jenis barang yang dibeli orang apabila pendapatan mereka sudah relative tinggi termasuk dalam golongan ini. Emas, intan, mobil sedan adalah beberapa contoh barang mewah. Selain itu, perabot dan hiasan rumah yang mahal adalah contoh lain. Biasanya barang-barang tersebut baru dibeli masyarakat setelah dapat memenuhi kebutuhan yang pokok seperti makanan, pakaian, dan perumahan.
3. Beberapa Faktor Lain
Beberapa factor lain yang cukup penting peranannya dalam mempengaruhi permintaan terhadap suatu barang adalah distribusi pendapatan, cita rasa, jumlah penduduk dan ekspektasi mengenai keadaan masa depan.
• Distribusi Pendapatan
Sejumlah pendapatan masyarakat yang tertentu akan menimbulkan corak permintaan masyarakat yang berbeda apabila pendapatan tersebut diubah corak distribusinya. Sekiranya pemerintah menaikkan pajak terhadap orang-orang kaya dan kemudian menggunakan hasil pajak ini untuk menaikkan pendapatan pekerja yang bergaji rendah maka corak permintaan terhadap berbagai barang akan mengalami perubahan. Barang-barang yang digunakan oleh orang-orang kaya akan berkurang permintaannya, tetapi sebaliknya barang-barang yang digunakan orang yang pendapatan rendah yang mengalami kenaikan pendapatan akan bertambah permintaanya. Misalnya, permintaan terhadap mobil mewah akan berkurang tetapi permintaan terhadap rumah harga murah akan bertambah.
• Cita Rasa Masyarakat
Cita rasa mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan masyarakat untuk membeli barang-barang. Pada tahun 1960-an sedikit sekali orang yang suka menggunakan mobil-mobil buatan Jepang. Tetapi semenjak tahun 1970-an suasananya sudah sangat berubah. Diberbagai Negara di sunia didapati mobi lbuatan Jepang semakin popular dan banyak digunakan orang. Akibatnya, permintaan terhadap mobil-mobil buatan Amerika dan Eropa sangat merosot. Contoh ini menggambarkan bagaimana perubahan cita rasa masyarakat dapat mempengaruhi permintaan berbagai jenis barang.
• Jumlah Penduduk
Pertambahan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan permintaan. Tetapi biasanya pertambahan penduduk diikuti oleh perkembangan dalam kesempatan kerja. Dengan demikian lebih banyak orang yang menerima pendapatan dan ini menambah daya beli dalam masyarakat. Pertambahan daya beli ini akan menambah permintaan.
• Ekspektasi Masa Depan
Perubahan-perubahan yang diramalkan mengenai keadaan pada masa yang akan dating dapat mempengaruhi permintaan. Ramalan para konsumen bahwa harga-harga akan menjadi bertambah tinggi pada masa depan akan mendorong mereka untuk membeli lebih banyak pada masa kini, untuk menghemat pengeluaran pada masa yang akan datang. Sebaliknya, ramalan bahwa lowongan kerja akan bertambah sukar diperoleh dan kegiatan ekonomi akan mengalami resesi, akan mendorong orang lebih berhemat dalam pengeluarannya dan mengurangi permintaan.
Gerakan sepanjang kurva permintaan
Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun. Kurva permintaan akan bergerak kekanan atau kekiri apabila terdapat perubahan – perubahan terhadap permintaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor bukan harga, sekiranya harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan itu akan menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri.
B. Penawaran (Supply)
Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat harga tertentu.
Penentuan – penentuan Penawaran
Keinginan para penjual dalam menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor. Yang tepenting adalah :
1. Harga barang itu sendiri
2. Harga barang lain
3. Biaya faktor produksi
4. Teknologi
5. Tujuan perusahaan
6. Ekspektasi (ramalan)
Hukum Penawaran
Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa : “Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.”
Daftar Penawaran
Daftar penawaran yang gambaran yang menunjukan jumlah penawaran pada berbagai tingkat harga.
Kurva Penawaran
Kurva penawaran dapat didefinisikan sebagai :
“Yaitu suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan”.
Seperti saat menganalisis kurva permintaan, dalam menganalisis kurva penawaran perlu dibedakan di antara dua pengertian yaitu; “penawaran” dan “jumlah barang yang ditawarkan”. Dalam analisis ekonomi, penawaran berarti keseluruhan kurva penawaran. Sedangkan jumlah barang yang ditawarkan berarti jumlah barang yang ditawarkan pada suatu tingkat harga tertentu. Pada kurva penawaran dibawah ini terdapat 7 titik yaitu P, Q,R,S,T,U,V. Masing-masing titik menggambarkan keadaan yang berbeda. Sebagai contoh, dalam tabel dibawah, keadaan P menggambarkan bahwa pada harga Rp. 1000 jumlah buku tulis yang akan dibeli adalah 200.
KEADAAN HARGA (RUPIAH) JUMLAH YANG DITAWARKAN (UNIT)
P 1000 200
Q 2000 400
R 3000 600
S 4000 800
T 5000 1000
U 6000 1200
V 7000 1400
Pada umumnya kurva penawaran menarik dari kiri bawah ke kanan atas. Berarti arah pergerakannya berlawanan dengan arah pergerakan kurva permintaan. Bentuk kurva penawaran bersifat seperti itu karena terdapat hubungan yang positif di antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan, yaitu makin tinggi harga, makin banyak jumlah yang ditawarkan.
Teori Penawaran
Yaitu teori yang menerangkan sifat penjual dalam menawarkan barang yang akan dijual.
Pengaruh Faktor Bukan Harga Terhadap Penawaran
1.Harga Barang Lain
Perhatikan contoh berikut. Oleh karena kenaikan biaya produksi di luar negeri maka buku tulis yang diimpor bertambah mahal harganya. Beberapa konsumen buku tulis impor sekarang lebih suka membeli buku tulis buatan dalam negeri dan menaikkan permintaan terhadapnya. Kenaikan permintaan ini akan memberi dorongan kepada produsen dalam negeri untuk menaikkan produksi dan penawaran buku tulis.
2.Biaya Untuk Memperoleh Factor Produksi
Pembayaran kepada factor-faktor produksi merupakan pengeluaran yang sangat penting dalam prosers produksi beberbagai perusahaan. Pengeluaran tersebut mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan biaya produksi. Tanpa adanya kenaikan produktifitas dan efisiensi, kenaikan harga factor-faktor produksi akan menaikkan biaya produksi. Di beberapa perusahaan kenaikkan pengeluaran untuk memperoleh factor-faktor produksi akan menyebabkan biaya produksi melebihi hasil penjualannya dan mereka mengalami kerugian. Ini dapat menimbulkan penutupan usaha tersebut dan jum lah penawaran barang menjadi berkurang.
3.Tujuan Perusahaan
Dalam teori ekonomi selalu dimisalkan perusahaan berusaha memaksimumkan keuntungan. Dengan pemisalan ini tiap perusahaan tidak berusaha untuk menggunakan kapasitas memproduksinya secara maksimal, tetapi akan menggunakannya pada tingkat kapasitas yang memaksimumkan keuntungannya. Dalam prakteknya perusahaan-perusahaan banyak yang mempunyai tujuan lain. Ada perusahaan yang tidak mau menanggung risiko dan untuk itu mereka melakukan kegiatan yang lebih selamat walaupun keuntungannya lebih kecil. Tujuan yang berbeda-beda tersebut menimbulkan efek yang berbeda terhadap penentuan tingkat produksi. Dengan demikian penawaran sesuatu barang akan berbeda sifatnya sekiranya terjadi perubahan dalam tujuan yang ingin dicapai perusahaan.
4.Tingkat Tekhnologi
Tingkat teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan banyaknya jumlah barang yang dapat ditawarkan. Kenaikan produksi dan perkembangan ekonomi yang pesat diberbagai Negara terutama disebabkan oleh penggunaan teknologi yang semakin modern. Kemajuan teknologi telah dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi produktivitas, mempertinggi mutu barang dan menciptakan barang-barang yang baru. Dalam hubungannya dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan 2 efek berikut: (1) Produksi dapat ditambah dengan lebih cepat, dan (2) Biaya produksi semakin murah. Dengan demikian keuntungan menjadi bertambah tinggi. Berdasarkan kepada kedua akibat ini, dapat disimpulkan bahwa kemajuan teknologi cendrung untuk menimbulkan kenaikan penawaran.
Gerakan sepanjang dan pergeseran kurva penawaran
Perubahan dalam jumlah yang ditawarkan dapat berlaku sebagai akibat dari pergeseran kurva penawaran.
C. Keseimbangan Pasar
Penentuan Harga dan Jumlah yang Diperjualbelikan
Untuk menganalisis mekanisme penentuan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan, secara serentak perlulah dianalisis permintaan dan penawaran terhadap sesuatu barang tertentu yang wujud di pasar.
Keadaan di suatu pasar dikatakan dalam keseimbangan atau ekuilibrium apabila jumlah yang ditawarkan para penjual pada suatu harga tertentu adalah sama dengan jumlah yang diminta para pembeli pada harga tersebut. Dengan demikian harga suatu barang dan jumlah barang yang diperjualbelikan dapat ditentukan dengan melihat keadaan keseimbangan dalam suatu pasar. Tiga cara dapat digunakan untuk menunjukkan keadaan keseimbangan tersebut, yaitu (i) dengan contoh yang menggunakan angka, (ii) dengan menggunakan kurva permintaan dan penawaran, dan (iii) menentukannya secara matematik.
Menentukan Keseimbangan Secara Angka
Pada tabel di bawah ini, dapat dibandingkan permintaan dan penawaran buku tulis pada berbagai tingkat harga. Terdapat tiga keadaan. Keadaan pertama adalah keadaan kelebihan penawaran, yaitu jumlah yang ditawarkan di pasar melebihi permintaan para pembeli. Keadaan kedua adalah keadaan dimana perintaan dan penawaran sama, yaitu pada harga tertentu jumlah yang ditawarkan para penjual sama dengan yang diinginkan pembeli. Keadaan ketiga adalah keadaan kelebihan permintaan, yaitu jumah yang diminta para pembeli melebihi dengan yang ditawarkan para penjual.
Pada saat kelebihan penawaran akan mendorong para penjual untuk menurunkan harga, sedangkan pada saat permintaan para pembeli tidak terpenuhi atau kelebihan permintaan menyebabkan para penjual menaikkan harga. Syarat untuk mencapai keadaan keseimbangan adalah “jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta”.
Contoh:
Harga (Rp) Jumlah yang diminta Jumlah yang ditawarkan Sifat interaksi
500 200 900 Kelebihan
400 400 800 Penawaran
300 600 600 Keseimbangan
200 900 375 Kelebihan
100 1300 100 Permintaan
Menentukan Keseimbangan Secara Grafik
Perhatikan kurva di bawah ini. Kurva DD menggambarkan permintaan buku tulis dan kurva SS menggambarkan penawaran buku tulis. Kurva ini digambar berdasarkan tabel di atas (menentukan keseimbangan secara angka). Pada harga melebihi dari Rp 3000 kurva penawaran berada di sebelah kanan kurva permintaan berarti penawaran melebihi permintaan. Keadaan ini tidak stabil dan harga akan mengalami penurunan. Pada harga kurang dari Rp 3000 kurva permintaan berada di sebelah kanan kurva penawaran berarti permintaan melebihi penawaran. Ketidakseimbangan ini menyebabkan harga tidak stabil, yaitu cenderung untuk mengalami kenaikan. Pada harga Rp 3000 kurva permintaan dan penawaran saling berpotongan yaitu di titik E. Perpotongan itu berarti permintaan sama dengan penawaran, dan dengan demikian keadaan keseimbangan tercapai.
Menentukan Keadaan Keseimbangan Secara Matematik
Sebelum kita menentukan keseimbangan, kita harus memahami persamaan permintaan dan penawaran. Bentuk umum kedua persamaan tersebut adalah :
• Persamaan permintaan
Qd = c – dP
• Persamaan penawaran
Qs = -m + nP
Dimana :
c adalah suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang diminta apabila tingkat harga adalah 0. Nilai c selalu positif.
d adalah kecondongan kurva permintaan. Nilainya selalu negatif (-d) karena kurva permintaan menurun dari kiri ke kanan.
m adalah suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang ditawarkan apabila tingkat harga adalah 0. Biasanya nilai m adalah negatif (-m).
n adalah kecondongan kurva penawaran. Nilainya selalu positif karena kurva penawaran naik dari kiri ke kanan.
Qd adalah kuantitas yang diminta, Qs adalah kuantitas yang ditawarkan dan P adalah tingkat harga.
Secara matematik, syarat keseimbangan adalah :
Qd = Qs
atau
c – dP = -m + nP
Contoh :
Andaikan persamaan permintaan karet alam di suatu kampong adalah Qd= 22000-2P dan penawarannya Qs= -3000+3P. Berapakah harga karet alam dan kuantitas karet yang diperjualbelikan?
Berdasarkan persamaan di atas, keseimbangan dalam pasar itu akan tercapai apabila :
Qd = Qs
22000-2P = -3000+3P
5P = 25000
P = 5000
Untuk menetukan kuantitas yang diperjualbelikan, Qd dan Qs pada harga keseimbangan perlu ditentukan.
Qd = 22000 – 2P
= 22000 – 2(5000)
= 22000 – 10000
= 12000
Qs = -3000 + 3P
= -3000 + 3 (5000)
= -3000 + 15000
= 12000
Beberapa Kasus Perubahan Keseimbangan
Perubahan-perubahan faktor-faktor lain di luar harga yang mempengaruhi permintaan atau penawaran akan menyebabkan perubahan keseimbangan. Terdapat empat kemungkinan perubahan/pergeseran kurva permintaan dan penawaran, yaitu :
• Permintaan bertambah ( kurva permintaan bergeser ke kanan).
• Permintaan berkurang (kurva permintaan bergeser ke kiri).
• Penawaran bertambah (kurva penawaran bergeser ke kanan).
• Penawaran berkurang (kurva penawaran bergeser ke kiri).
Masing-masing perubahan yang dinyatakan di atas dapat (i) berubah secara sendiri (yaitu hanya salah satu perubahan dari keempat kemungkinan itu yang berlaku), atau (ii) permintaan dan penawaran berubah secara serentak.dalam kasus (i) contohnya adalah permintaan saja atau penawaran saja yang bertambah. Dalam kasus (ii) contohnya adalah permintaan dan penawaran bertambah secara serentak. Berikut ini akibat dari masing-masing corak perubahan tersebut terhadap keseimbangan.
Perubahan Permintaan atau Penawaran
Untuk melihat bagaimana tiap-tiap perubahan permintaan atau penawaran akan mempengaruhi keadaan keseimbangan, dalam gambar di bawah ini ditunjukkan dua macam perubahan, yaitu :
• Pergeseran kurva permintaan ke sebelah kanan.
• Pergeseran kurva penawaran ke sebelah kanan.
a. Efek Pertambahan Permintaan
Pergeseran kurva permintaan ke kanan, yaitu dari DD menjadi D11D1, menggambarkan berlakunya pertambahan permintaan yaitu seperti ditunjukkan pada grafik di bawah ini. Perubahan ini menyebabkan keadaan keseimbangan pindah dari E menjadi E1. Perpindahan ini menunjukkan bahwa kenaikan permintaan menyebabkan harga naik dari P ke P 1 dan barang yang diperjualbelikan bertambah dari Q ke Q1.
b. Efek Pertambahan Penawaran
Dalam grafik di bawah ini ditunjukkan kurva penawaran bergeser dari SS menjadi S1S1 dan perubahan ini berarti penawaran telah bertambah. Kenaikan penawaran ini menyebabkan keadaan keseimbangan berubah dari E ke E1. Berarti harga turun dari P menjadi P1 dan jumlah barang yang diperjualbelikan bertambah dari Q menjadi Q1.
c. Kesimpulan
Berdasarkan kedua contoh di atas dapat diambil dua kesimpulan, yaitu (i) pengurangan permintaan (kurva permintaan bergeser ke kiri) menyebabkan harga turun dan jumlah barang yang diperjualbelikan berkurang, (ii) pengurangan penawaran (kurva penawaran bergeser ke kiri) menyebabkan harga naik dan jumlah barang yang diperjualbelikan berkurang.
Perubahan Serentak Permintaan dan Penawaran
Ada beberapa kemungkinan perubahan serentak permintaan dan penawaran yang dapat berlaku. Perubahan mungkin berlaku ke arah yang sama, yaitu sama-sama mengalami kenaikan atau sama-sama menurun. Tetapi mungkin pula berlaku ke arah yang bertentangan, yaitu misalnya permintaan turun tetapi penawaran bertambah atau permintaan bertambah tetapi penawaran turun. Tiap-tiap perubahan tersebut akan menimbulkan efek yang berbeda kepada perubahan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan.
Sebagai contoh dalam menganalisis perubahan serentak permintaan dan penawaran akan dimisalkan permintaan dan penawaran mengalami pertambahan. Akibat pertambahan ini terhadap harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan yang ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.
Awalnya permintaan masyarakat terhadap suatu barang ditunjukkan oleh kurva DD, sedangkan penawaran oleh para penjual ditunjukkan oleh kurva SS, sehingga keseimbangan dicapai di titik E dengan tingkat harga mencapai P dan jumlah barang yang diperjualbelikan adalah Q. pada masa selanjutnya penawaran bertambah menjadi S1S1 dan serentak dengan perubahan ini permintaan mengalami kenaikan dan sekarang menjadi D1D1. Dalam grafik digambarkan tingkat perubahan permintaan adalah lebih besar dari tingkat perubahan penawaran. Perubahan seperti itu mengakibatkan harga naik (dari P menjadi P1) dan jumlah barang yang diperjualbelikan bertambah dari Q menjadi Q1. Di samping itu terdapat dua kemungkinan berikut :
• Apabila pertambahan permintaan sama dengan pertambahan penawaran maka tingkat harga tidak berubah.
• Apabila pertambahan permintaan kurang dari pertambahan penawaran harga akan merosot.
Kedua keadaan ini ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.
Grafik (i) menunjukkan keadaan dimana pertambahan dalam permintaan adalah sama dengan pertambahan dalam penawaran. Perubahan ini menyebabkan harga tidak mengalami perubahan, yaitu tetap sebesar P. Grafik (ii) menunjukkan keadaan dimana perubahan penawaran melebihi perubahan permintaan. Perubahan seperti ini menyebabkan harga menurun, yaitu dari P menjadi P1.
A. Permintaan (Demand)
Permintan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu.
Beberapa Penentuan Permintaan
Permintaan seseorang atau suatu masyarakat kepada suatu barang
ditentukan oleh faktor-faktor,diantaranya :
1. Harga barang itu sendiri (Px)
2. Harga barang lain ( Py)
3. Pendapatan konsumen (Inc)
4. Cita rasa (T)
5. Iklim (S)
6. Jumlah penduduk (Pop)
7. Ramalan masa yang akan datang (F)
Hukum Permintaan (the low of demand)
Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan :
“Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.”
(Qd = F. (Px, Py, Ine, T, S, Pop, F)
Daftar Permintaan
Daftar permintaan ialah suatu tabel yang memberi gambaran dalam angka-angka tentang hubungan antara harga dengan jumlah yang diminta masyarakat. Ia menggambarkan besarnya permintaan yang ada pada berbagai tingkat harga.
Kurva Permintaan
Kurva Permintaan dapat didefinisikan sebagai :
“Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli.”
Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah. Kurva yang demikian disebabkan oleh sifat hubungan antara harga dan jumlah yang diminta yang mempunyai sifat hubungan terbalik.
Contoh:
Pada kurva permintaan dibawah ini terdapat 7 titik yaitu P, Q,R,S,T,U,V. Masing-masing titik menggambarkan keadaan yang berbeda. Sebagai contoh, dalam tabel dibawah, keadaan P menggambarkan bahwa pada harga Rp. 5000 jumlah buku tulis yang akan dibeli adalah 200.
KEADAAN HARGA (RUPIAH) JUMLAH YANG DIMINTA (UNIT)
P 7000 200
Q 6000 400
R 5000 600
S 4000 800
T 3000 1000
U 2000 1200
V 1000 1400
Teori Permintaan
Dapat dinyatakan :
“Perbandingan lurus antara permintaan terhadap harganya yaitu apabila permintaan naik, maka harga relatif akan naik, sebaliknya bila permintaan turun, maka harga relatif akan turun.”
Permintaan Perseorangan dan Permintaan Pasar
Permintaan terhadap sesuatu barang dapat dilihat dari dua sudut, yaitu permintaan yang dilakukan oleh seorang dan permintaan yang dilakukan semua orang dalam pasar. Untuk memperoleh kurva permintaan pasar, kurva permintaan berbagai individu dalam pasar harus dijumlahkan.
. Efek Faktor Bukan Harga Terhadap Permintaan
Hukum permintaan terutama memperhatikan sifat hubungan antara harga sesuatu barang dengan jumlah barang yang diminta. Sedangkan dalam kenyataan sebenarnya—seperti sudah dinyatakan sebelum ini—banyaknya permintaan terhadap sesuatu barang juga ditentukan oleh banyak factor lain. Oleh sebab itu, untuk melengkapi analisis mengenai teori permintaan, adalah perlu untuk menganalisis bagaimana factor penting lainnya dapat mempengaruhi permintaan.
Faktor bukan harga tersebut antara lain:
1.Harga barang-barang lain
• Barang pengganti
Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan yang dapat digantikannya. Sekiranya harga barang pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan mengalami pengurangan dalam permintaan.
• Barang pelengkap
Apabila sesuatu barang selalu digunakan bersama dengan barang lainnya, maka barang tersebut dinamakan barang pelengkap kepada barang lain tersebut. Kenaikan atau penurunan permintaan terhadap barang pelengkap selalu sejalan dengan perubahan permintaan barang yang digenapinya.
• Barang netral
Apabila dua macam barang tidak mempunyai hubungan yang rapat maka perubahan terhadap permintaan salah satu barang tersebut tidak akan mempengaruhi permintaan barang lainnya. Barang seperti itu dinamakan barang netral.
2. Pendapatan Para Pembeli
Pendapatan para pembeli merupakan factor yang sangat penting dalam menentukan corak permintaan terhadap berbagai barang. Perubahan pendapatan selalu menimbulkan perubahan terhadap permintaan berbagai jenis barang. Berdasarkan sifat perubahan permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah, berbagai barang dapat dibedakan menjadi empat golongan yaitu
• Barang Inferior
Barang inferior adalah barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang berpendapatan rendah. Kalau pendapatan bertambah tinggi maka permintaan terhadap barang-barang yang tergolong barang inferior akan berkurang.
• Barang Esensial
Barang esensial adalah barang yang sangat penting artinya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Biasanya barang itu terdiri dari kebutuhan pokok masyarakat seperti makanan (beras, kopi dan gula) dan pakaian yang utama. Perbelanjaan seperti ini tidak berubah walaupun pendapatan meningkat/
• Barang Normal
Sesuatu barang dinamakan barang normal apabila ia mengalami kenaikan dalam permintaan sebagai akibat dari kenaikan pendapatan. Kebanyakan barang yang ada dalam masyarakat termasuk dalam golongan ini. Beberapa contohnya adalah pakaian, sepatu, berbagai jenis peralatan rumah tangga dan berbagai jenis makanan. Ada dua factor yang menyebabkan barang-barabg seperti itu permintaannya akan mengalami kenaikan kalau pendapatan para pembeli bertambah, yaitu:
a. Pertambahan pendapatan menambah kemampuan untuk membeli lebih banyak barang, dan
b. Pertambahan pendapatan memungkinkan para pembeli menukar konsumsi mereka dari barang yang kurang baik mutunya kepada baran-barang yang lebih baik.
• Barang Mewah
Jenis-jenis barang yang dibeli orang apabila pendapatan mereka sudah relative tinggi termasuk dalam golongan ini. Emas, intan, mobil sedan adalah beberapa contoh barang mewah. Selain itu, perabot dan hiasan rumah yang mahal adalah contoh lain. Biasanya barang-barang tersebut baru dibeli masyarakat setelah dapat memenuhi kebutuhan yang pokok seperti makanan, pakaian, dan perumahan.
3. Beberapa Faktor Lain
Beberapa factor lain yang cukup penting peranannya dalam mempengaruhi permintaan terhadap suatu barang adalah distribusi pendapatan, cita rasa, jumlah penduduk dan ekspektasi mengenai keadaan masa depan.
• Distribusi Pendapatan
Sejumlah pendapatan masyarakat yang tertentu akan menimbulkan corak permintaan masyarakat yang berbeda apabila pendapatan tersebut diubah corak distribusinya. Sekiranya pemerintah menaikkan pajak terhadap orang-orang kaya dan kemudian menggunakan hasil pajak ini untuk menaikkan pendapatan pekerja yang bergaji rendah maka corak permintaan terhadap berbagai barang akan mengalami perubahan. Barang-barang yang digunakan oleh orang-orang kaya akan berkurang permintaannya, tetapi sebaliknya barang-barang yang digunakan orang yang pendapatan rendah yang mengalami kenaikan pendapatan akan bertambah permintaanya. Misalnya, permintaan terhadap mobil mewah akan berkurang tetapi permintaan terhadap rumah harga murah akan bertambah.
• Cita Rasa Masyarakat
Cita rasa mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan masyarakat untuk membeli barang-barang. Pada tahun 1960-an sedikit sekali orang yang suka menggunakan mobil-mobil buatan Jepang. Tetapi semenjak tahun 1970-an suasananya sudah sangat berubah. Diberbagai Negara di sunia didapati mobi lbuatan Jepang semakin popular dan banyak digunakan orang. Akibatnya, permintaan terhadap mobil-mobil buatan Amerika dan Eropa sangat merosot. Contoh ini menggambarkan bagaimana perubahan cita rasa masyarakat dapat mempengaruhi permintaan berbagai jenis barang.
• Jumlah Penduduk
Pertambahan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan permintaan. Tetapi biasanya pertambahan penduduk diikuti oleh perkembangan dalam kesempatan kerja. Dengan demikian lebih banyak orang yang menerima pendapatan dan ini menambah daya beli dalam masyarakat. Pertambahan daya beli ini akan menambah permintaan.
• Ekspektasi Masa Depan
Perubahan-perubahan yang diramalkan mengenai keadaan pada masa yang akan dating dapat mempengaruhi permintaan. Ramalan para konsumen bahwa harga-harga akan menjadi bertambah tinggi pada masa depan akan mendorong mereka untuk membeli lebih banyak pada masa kini, untuk menghemat pengeluaran pada masa yang akan datang. Sebaliknya, ramalan bahwa lowongan kerja akan bertambah sukar diperoleh dan kegiatan ekonomi akan mengalami resesi, akan mendorong orang lebih berhemat dalam pengeluarannya dan mengurangi permintaan.
Gerakan sepanjang kurva permintaan
Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun. Kurva permintaan akan bergerak kekanan atau kekiri apabila terdapat perubahan – perubahan terhadap permintaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor bukan harga, sekiranya harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan itu akan menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri.
B. Penawaran (Supply)
Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat harga tertentu.
Penentuan – penentuan Penawaran
Keinginan para penjual dalam menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor. Yang tepenting adalah :
1. Harga barang itu sendiri
2. Harga barang lain
3. Biaya faktor produksi
4. Teknologi
5. Tujuan perusahaan
6. Ekspektasi (ramalan)
Hukum Penawaran
Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa : “Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.”
Daftar Penawaran
Daftar penawaran yang gambaran yang menunjukan jumlah penawaran pada berbagai tingkat harga.
Kurva Penawaran
Kurva penawaran dapat didefinisikan sebagai :
“Yaitu suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan”.
Seperti saat menganalisis kurva permintaan, dalam menganalisis kurva penawaran perlu dibedakan di antara dua pengertian yaitu; “penawaran” dan “jumlah barang yang ditawarkan”. Dalam analisis ekonomi, penawaran berarti keseluruhan kurva penawaran. Sedangkan jumlah barang yang ditawarkan berarti jumlah barang yang ditawarkan pada suatu tingkat harga tertentu. Pada kurva penawaran dibawah ini terdapat 7 titik yaitu P, Q,R,S,T,U,V. Masing-masing titik menggambarkan keadaan yang berbeda. Sebagai contoh, dalam tabel dibawah, keadaan P menggambarkan bahwa pada harga Rp. 1000 jumlah buku tulis yang akan dibeli adalah 200.
KEADAAN HARGA (RUPIAH) JUMLAH YANG DITAWARKAN (UNIT)
P 1000 200
Q 2000 400
R 3000 600
S 4000 800
T 5000 1000
U 6000 1200
V 7000 1400
Pada umumnya kurva penawaran menarik dari kiri bawah ke kanan atas. Berarti arah pergerakannya berlawanan dengan arah pergerakan kurva permintaan. Bentuk kurva penawaran bersifat seperti itu karena terdapat hubungan yang positif di antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan, yaitu makin tinggi harga, makin banyak jumlah yang ditawarkan.
Teori Penawaran
Yaitu teori yang menerangkan sifat penjual dalam menawarkan barang yang akan dijual.
Pengaruh Faktor Bukan Harga Terhadap Penawaran
1.Harga Barang Lain
Perhatikan contoh berikut. Oleh karena kenaikan biaya produksi di luar negeri maka buku tulis yang diimpor bertambah mahal harganya. Beberapa konsumen buku tulis impor sekarang lebih suka membeli buku tulis buatan dalam negeri dan menaikkan permintaan terhadapnya. Kenaikan permintaan ini akan memberi dorongan kepada produsen dalam negeri untuk menaikkan produksi dan penawaran buku tulis.
2.Biaya Untuk Memperoleh Factor Produksi
Pembayaran kepada factor-faktor produksi merupakan pengeluaran yang sangat penting dalam prosers produksi beberbagai perusahaan. Pengeluaran tersebut mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan biaya produksi. Tanpa adanya kenaikan produktifitas dan efisiensi, kenaikan harga factor-faktor produksi akan menaikkan biaya produksi. Di beberapa perusahaan kenaikkan pengeluaran untuk memperoleh factor-faktor produksi akan menyebabkan biaya produksi melebihi hasil penjualannya dan mereka mengalami kerugian. Ini dapat menimbulkan penutupan usaha tersebut dan jum lah penawaran barang menjadi berkurang.
3.Tujuan Perusahaan
Dalam teori ekonomi selalu dimisalkan perusahaan berusaha memaksimumkan keuntungan. Dengan pemisalan ini tiap perusahaan tidak berusaha untuk menggunakan kapasitas memproduksinya secara maksimal, tetapi akan menggunakannya pada tingkat kapasitas yang memaksimumkan keuntungannya. Dalam prakteknya perusahaan-perusahaan banyak yang mempunyai tujuan lain. Ada perusahaan yang tidak mau menanggung risiko dan untuk itu mereka melakukan kegiatan yang lebih selamat walaupun keuntungannya lebih kecil. Tujuan yang berbeda-beda tersebut menimbulkan efek yang berbeda terhadap penentuan tingkat produksi. Dengan demikian penawaran sesuatu barang akan berbeda sifatnya sekiranya terjadi perubahan dalam tujuan yang ingin dicapai perusahaan.
4.Tingkat Tekhnologi
Tingkat teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan banyaknya jumlah barang yang dapat ditawarkan. Kenaikan produksi dan perkembangan ekonomi yang pesat diberbagai Negara terutama disebabkan oleh penggunaan teknologi yang semakin modern. Kemajuan teknologi telah dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi produktivitas, mempertinggi mutu barang dan menciptakan barang-barang yang baru. Dalam hubungannya dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan 2 efek berikut: (1) Produksi dapat ditambah dengan lebih cepat, dan (2) Biaya produksi semakin murah. Dengan demikian keuntungan menjadi bertambah tinggi. Berdasarkan kepada kedua akibat ini, dapat disimpulkan bahwa kemajuan teknologi cendrung untuk menimbulkan kenaikan penawaran.
Gerakan sepanjang dan pergeseran kurva penawaran
Perubahan dalam jumlah yang ditawarkan dapat berlaku sebagai akibat dari pergeseran kurva penawaran.
C. Keseimbangan Pasar
Penentuan Harga dan Jumlah yang Diperjualbelikan
Untuk menganalisis mekanisme penentuan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan, secara serentak perlulah dianalisis permintaan dan penawaran terhadap sesuatu barang tertentu yang wujud di pasar.
Keadaan di suatu pasar dikatakan dalam keseimbangan atau ekuilibrium apabila jumlah yang ditawarkan para penjual pada suatu harga tertentu adalah sama dengan jumlah yang diminta para pembeli pada harga tersebut. Dengan demikian harga suatu barang dan jumlah barang yang diperjualbelikan dapat ditentukan dengan melihat keadaan keseimbangan dalam suatu pasar. Tiga cara dapat digunakan untuk menunjukkan keadaan keseimbangan tersebut, yaitu (i) dengan contoh yang menggunakan angka, (ii) dengan menggunakan kurva permintaan dan penawaran, dan (iii) menentukannya secara matematik.
Menentukan Keseimbangan Secara Angka
Pada tabel di bawah ini, dapat dibandingkan permintaan dan penawaran buku tulis pada berbagai tingkat harga. Terdapat tiga keadaan. Keadaan pertama adalah keadaan kelebihan penawaran, yaitu jumlah yang ditawarkan di pasar melebihi permintaan para pembeli. Keadaan kedua adalah keadaan dimana perintaan dan penawaran sama, yaitu pada harga tertentu jumlah yang ditawarkan para penjual sama dengan yang diinginkan pembeli. Keadaan ketiga adalah keadaan kelebihan permintaan, yaitu jumah yang diminta para pembeli melebihi dengan yang ditawarkan para penjual.
Pada saat kelebihan penawaran akan mendorong para penjual untuk menurunkan harga, sedangkan pada saat permintaan para pembeli tidak terpenuhi atau kelebihan permintaan menyebabkan para penjual menaikkan harga. Syarat untuk mencapai keadaan keseimbangan adalah “jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta”.
Contoh:
Harga (Rp) Jumlah yang diminta Jumlah yang ditawarkan Sifat interaksi
500 200 900 Kelebihan
400 400 800 Penawaran
300 600 600 Keseimbangan
200 900 375 Kelebihan
100 1300 100 Permintaan
Menentukan Keseimbangan Secara Grafik
Perhatikan kurva di bawah ini. Kurva DD menggambarkan permintaan buku tulis dan kurva SS menggambarkan penawaran buku tulis. Kurva ini digambar berdasarkan tabel di atas (menentukan keseimbangan secara angka). Pada harga melebihi dari Rp 3000 kurva penawaran berada di sebelah kanan kurva permintaan berarti penawaran melebihi permintaan. Keadaan ini tidak stabil dan harga akan mengalami penurunan. Pada harga kurang dari Rp 3000 kurva permintaan berada di sebelah kanan kurva penawaran berarti permintaan melebihi penawaran. Ketidakseimbangan ini menyebabkan harga tidak stabil, yaitu cenderung untuk mengalami kenaikan. Pada harga Rp 3000 kurva permintaan dan penawaran saling berpotongan yaitu di titik E. Perpotongan itu berarti permintaan sama dengan penawaran, dan dengan demikian keadaan keseimbangan tercapai.
Menentukan Keadaan Keseimbangan Secara Matematik
Sebelum kita menentukan keseimbangan, kita harus memahami persamaan permintaan dan penawaran. Bentuk umum kedua persamaan tersebut adalah :
• Persamaan permintaan
Qd = c – dP
• Persamaan penawaran
Qs = -m + nP
Dimana :
c adalah suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang diminta apabila tingkat harga adalah 0. Nilai c selalu positif.
d adalah kecondongan kurva permintaan. Nilainya selalu negatif (-d) karena kurva permintaan menurun dari kiri ke kanan.
m adalah suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang ditawarkan apabila tingkat harga adalah 0. Biasanya nilai m adalah negatif (-m).
n adalah kecondongan kurva penawaran. Nilainya selalu positif karena kurva penawaran naik dari kiri ke kanan.
Qd adalah kuantitas yang diminta, Qs adalah kuantitas yang ditawarkan dan P adalah tingkat harga.
Secara matematik, syarat keseimbangan adalah :
Qd = Qs
atau
c – dP = -m + nP
Contoh :
Andaikan persamaan permintaan karet alam di suatu kampong adalah Qd= 22000-2P dan penawarannya Qs= -3000+3P. Berapakah harga karet alam dan kuantitas karet yang diperjualbelikan?
Berdasarkan persamaan di atas, keseimbangan dalam pasar itu akan tercapai apabila :
Qd = Qs
22000-2P = -3000+3P
5P = 25000
P = 5000
Untuk menetukan kuantitas yang diperjualbelikan, Qd dan Qs pada harga keseimbangan perlu ditentukan.
Qd = 22000 – 2P
= 22000 – 2(5000)
= 22000 – 10000
= 12000
Qs = -3000 + 3P
= -3000 + 3 (5000)
= -3000 + 15000
= 12000
Beberapa Kasus Perubahan Keseimbangan
Perubahan-perubahan faktor-faktor lain di luar harga yang mempengaruhi permintaan atau penawaran akan menyebabkan perubahan keseimbangan. Terdapat empat kemungkinan perubahan/pergeseran kurva permintaan dan penawaran, yaitu :
• Permintaan bertambah ( kurva permintaan bergeser ke kanan).
• Permintaan berkurang (kurva permintaan bergeser ke kiri).
• Penawaran bertambah (kurva penawaran bergeser ke kanan).
• Penawaran berkurang (kurva penawaran bergeser ke kiri).
Masing-masing perubahan yang dinyatakan di atas dapat (i) berubah secara sendiri (yaitu hanya salah satu perubahan dari keempat kemungkinan itu yang berlaku), atau (ii) permintaan dan penawaran berubah secara serentak.dalam kasus (i) contohnya adalah permintaan saja atau penawaran saja yang bertambah. Dalam kasus (ii) contohnya adalah permintaan dan penawaran bertambah secara serentak. Berikut ini akibat dari masing-masing corak perubahan tersebut terhadap keseimbangan.
Perubahan Permintaan atau Penawaran
Untuk melihat bagaimana tiap-tiap perubahan permintaan atau penawaran akan mempengaruhi keadaan keseimbangan, dalam gambar di bawah ini ditunjukkan dua macam perubahan, yaitu :
• Pergeseran kurva permintaan ke sebelah kanan.
• Pergeseran kurva penawaran ke sebelah kanan.
a. Efek Pertambahan Permintaan
Pergeseran kurva permintaan ke kanan, yaitu dari DD menjadi D11D1, menggambarkan berlakunya pertambahan permintaan yaitu seperti ditunjukkan pada grafik di bawah ini. Perubahan ini menyebabkan keadaan keseimbangan pindah dari E menjadi E1. Perpindahan ini menunjukkan bahwa kenaikan permintaan menyebabkan harga naik dari P ke P 1 dan barang yang diperjualbelikan bertambah dari Q ke Q1.
b. Efek Pertambahan Penawaran
Dalam grafik di bawah ini ditunjukkan kurva penawaran bergeser dari SS menjadi S1S1 dan perubahan ini berarti penawaran telah bertambah. Kenaikan penawaran ini menyebabkan keadaan keseimbangan berubah dari E ke E1. Berarti harga turun dari P menjadi P1 dan jumlah barang yang diperjualbelikan bertambah dari Q menjadi Q1.
c. Kesimpulan
Berdasarkan kedua contoh di atas dapat diambil dua kesimpulan, yaitu (i) pengurangan permintaan (kurva permintaan bergeser ke kiri) menyebabkan harga turun dan jumlah barang yang diperjualbelikan berkurang, (ii) pengurangan penawaran (kurva penawaran bergeser ke kiri) menyebabkan harga naik dan jumlah barang yang diperjualbelikan berkurang.
Perubahan Serentak Permintaan dan Penawaran
Ada beberapa kemungkinan perubahan serentak permintaan dan penawaran yang dapat berlaku. Perubahan mungkin berlaku ke arah yang sama, yaitu sama-sama mengalami kenaikan atau sama-sama menurun. Tetapi mungkin pula berlaku ke arah yang bertentangan, yaitu misalnya permintaan turun tetapi penawaran bertambah atau permintaan bertambah tetapi penawaran turun. Tiap-tiap perubahan tersebut akan menimbulkan efek yang berbeda kepada perubahan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan.
Sebagai contoh dalam menganalisis perubahan serentak permintaan dan penawaran akan dimisalkan permintaan dan penawaran mengalami pertambahan. Akibat pertambahan ini terhadap harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan yang ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.
Awalnya permintaan masyarakat terhadap suatu barang ditunjukkan oleh kurva DD, sedangkan penawaran oleh para penjual ditunjukkan oleh kurva SS, sehingga keseimbangan dicapai di titik E dengan tingkat harga mencapai P dan jumlah barang yang diperjualbelikan adalah Q. pada masa selanjutnya penawaran bertambah menjadi S1S1 dan serentak dengan perubahan ini permintaan mengalami kenaikan dan sekarang menjadi D1D1. Dalam grafik digambarkan tingkat perubahan permintaan adalah lebih besar dari tingkat perubahan penawaran. Perubahan seperti itu mengakibatkan harga naik (dari P menjadi P1) dan jumlah barang yang diperjualbelikan bertambah dari Q menjadi Q1. Di samping itu terdapat dua kemungkinan berikut :
• Apabila pertambahan permintaan sama dengan pertambahan penawaran maka tingkat harga tidak berubah.
• Apabila pertambahan permintaan kurang dari pertambahan penawaran harga akan merosot.
Kedua keadaan ini ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.
Grafik (i) menunjukkan keadaan dimana pertambahan dalam permintaan adalah sama dengan pertambahan dalam penawaran. Perubahan ini menyebabkan harga tidak mengalami perubahan, yaitu tetap sebesar P. Grafik (ii) menunjukkan keadaan dimana perubahan penawaran melebihi perubahan permintaan. Perubahan seperti ini menyebabkan harga menurun, yaitu dari P menjadi P1.
Langganan:
Komentar (Atom)